Bangka, BeritaTKP. Com – Dari pantauan langsung tim jurnalis melihat jalan raya nasional di jalan bernai berbura Kecamatan Riau Silip berlubang dan bergelombang. Kerusakan jalan tersebut di akibat kan oleh adanya aktivitas penambangan timah ilegal di sisi kanan dan kiri jalan.
Sehingga jalan raya nasional yang di kelola oleh satker menjadi berlubang dan bergelombang. Di sayang kan kemana aparat kewilayaan seperti RT, Kadus, Lurah, dan Camat wilayah kecamatan Riau Silip sehingga memberikan kesan acuh tak acuh.
Untuk masyarakat setempat tolong kalau mau nambang mau cari rezeki jangan sampai mengganggu fasilitas sarana dan prasarana umum.
Jalan raya nasional itu di pergunakan untuk masyarakat umum. Mohon kesadaran para penambang boleh nambang tapi tolong jangan sampai merusak fasilitas umum yang dapat merugikan orang lain.
Sebagai perangkat desa mesti memperhatikan mana fasilitas yang di gunakan untuk umum jangan kesan nya tidak peduli.
Saat awak media minta konfirmasi kepada anggota dewan pak Topa. Mengatakan “Tiga minggu kebelakang pak topa bersama pamong praja (Satpol PP) sudah meninjau jalan yang berlubang dan bergelombang. Dan telah telah memberitahukan kepada para penambang agar tidak melakukan aktivitas penambangan di wilayah tersebut,” Tutur pak dewan topa.
Pada hari rabu 02/02/2022. Awak media melihat jalan berlubang dan bergelombang di kiri kanan jalan dan masih terlihat juga aktivitas penambangan ilegal menggunakan ti sebu atau upin ipin.
Saat di minta komfirmasi kepada dinas Pu. iya ini kami sudah dapat laporannya dan ini masuk dalam jalan nasional yang di kelolah oleh pihak satker. Setelah kami kordinasi ke pihak satker, mereka menyurati ke bupati untuk minta perhatian terkait aktivitas tambang yang berdampak kualitas jalan yang ada. Jangan sampai jalan umum nanti rusak karna pembiayaan dari perbaikan nanti akan makin besar.
Karna DINAS PUPR tidak ada kewenangan untuk menindak para penambang jadi serba susa juga kami dari dinas PUPR memposisikan dengan kondisi yang tidak mempunyai wewenang untuk menindak para penambang di setiap wilayah ada perangkat RT, KADUS, KADES, LURAH, CAMAT. Sebaik nya rekan-rekan di wilayah mengontrol menjaga infrastruktur yang ada.
Tidak mungkin semuanya di bebankan kepada dinas PUPR. Semua intansi terkait ikut peran aktip dalam pengawasan di karna telah bayak infrastruktur jalan yang terdampak akibat aktivitas tambang.
Di saat Staff kami turun ke lokasi lapangan malah tidak di gubris oknum penambang . Jalan sudah rusak atau putus pihak dinas PUPR yang selalu disalahkan Masyarakat mana dinas PU. Kok kerjanya lambat. Sedangkan masyarakat sendiri tidak ikut menjaga pasilitas untuk kepentingan umum.
Kami juga sangat berterima kasih kepada rekan-rekan media yang ada di babel ini. Yang telah peduli dan berperan aktif dalam memberikan informasi serta memantau kondisi lapangan tuk menjadi referensi bagi kami ungkap pak ismi dinas PU
Saat di konfirmasih pada Kapolsek Riau Silip Iptu Eka Nurprianto Zen Mengatakan pagi ini kamis 03/02/2022. Saya menerjunkan tim dari polsek ke tkp jika ada aktivitas penambang langsung kami ambil tindakan tegas. (FITRIYADI)









