Blitar, BeritaTKP.com – Aksi mulia dilakukan oleh seorang dokter THT di Blitar. Ia memperbolehkan pasiennya untuk membayar biaya berobat dilain hari. Bahkan untuk anak yatim piatu dan warga tidak mampu, ia gratiskan.
Dokter THT tersebut bernama Erie Trijono. Ia membuka praktek di Jalan Nusa Penida no. 36, Kota Blitar. Klinik khusus menangani masalah telinga, hidung dan tenggorokan (THT) ini ditata sedemikian asri dengan pelayanan yang ramah.
Prokes COVID-19 juga sangat ketat diterapkan di klinik ini. Semua pasien, wajib memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk gedung klinik, dan petugas tegas menolak pasien dengan suhu diatas 36 derajat.
Puluhan pasien datang tiap hari, bahkan tak hanya dari Blitar Raya namun juga wilayah terdekat. Seperti Kediri, Tulungagung, dan Kabupaten Malang. Terkadang, meskipun jam praktek di klinik tutup, namun Erie menyempatkan waktu melayani pasien yang datang dari jauh.
Seperti pasien yang berasal Kecamatan Binangun. Mereka mengeluhkan sakit pada tenggorokan dan hidung.
“Iya saya pasien lama dokter Erie. Sewaktu-waktu saya hubungi beliau, asal gak pas keluar kota pasti dilayani oleh dia. Enaknya lagi, kalau uang buat bayar obat kurang, saya bisa susulkan kemudian hari. Obate iso utang (Obatnya bisa utang),” tutur Edi, pada Senin (1/11).
Tak hanya Edi yang punya pengalaman berutang bayar obat. Ada seorang warga bernama Erna, warga asal Tulungagung yang juga punya pengalaman serupa.
Saat itu anak Erna tiba-tiba kesakitan bagian telinganya. Erna yang dalam perjalanan menuju Malang, terpaksa mencari tempat terdekat untuk mendapatkan penanganan dokter THT.
“Saya nemu nama dokter Erie. Saya langsung telp dan disuruh datang ke Oase klinik. Ternyata sakit telinga anak saya karena radang yang cukup serius. Dapat obat banyak dan mahal. Saya gak punya uang segitu. Alhamdulillah, dokternya bilang, uang seadanya saja buat mahar. Kurangnya saya bisa bayar kalau sudah ada uang,” ucapnya.
Bagi Erie, apa yang dilakukan hari ini adalah investasi menuju akhirat. Sikap ini juga ditunjukkan di gedung kliniknya yang dua lantai. Lantai satu untuk praktek, lantai dua khusus untuk ruang pengajian.
“Saya sangat bersyukur, di usia 60 mendekati kematian ini. Saya ingin melakukan kegiatan yang barokah. Bisa investasi dunia dan akherat. Lantai satu ini untuk kepentingan dunia. Lantai dua, untuk kepentingan akherat. Siapapun bisa ikut mengaji di sini,” ujar dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma).
Soal membayar obat bisa berhutang, Erie juga mengratiskan anak yatim piatu yang datang berobat di kliniknya. Asal mereka jujur dan tidak memanfaatkan layanan gratis yang diberikannya.
(k/red)






