Jawa Tengah, BeritaTKP.com – Tewasnya seorang mahasiswa jurusan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang usai dianiaya oleh seniornya, Zidan Muhammad Faza ,21,. Salah satu pelaku mengakui ada tradisi pembinaan sebelum perpisahan antara senior dan junior di PIP Semarang.
Para pelaku yaitu sesama mahasiswa PIP Semarang angkatan 54 bernama Aris Riyanto ,25, Andre Arsprilla Arief ,25, Albert Jonathan Ompu Sungu ,23, Caesar R Bintang Samudra Tampubolon ,22, dan Budi Darmawan ,22,. Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/9) sekitar pukul 22.00 wib.
“Ini adalah ide bersama,” kata Aris di Mapolrestabes Semarang, Jumat (10/9/2021).
Aris mengakui pada malam itu memanggil 15 orang juniornya yang berada di Mess Indo Raya, Jalan Genuk Krajan. Para junior itu lalu diminta untuk berbaris membentuk huruf U, kemudian mereka mendapat pukulan dari para senior secara bergantian.
Aris awalnya mengaku baru sekali melakukan pembinaan tersebut. Tapi saat ditanya Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, dia mengaku jika hal itu adalah tradisi setiap angkatannya.
“Ini tradisi pak,” kata Aris kepada Irwan.
Di lokasi yang sama, Irwan menerangkan para senior itu bermaksud memberi pembinaan sebagai acara perpisahan karena mereka akan diwisuda pada Sabtu (11/9). Apesnya, pembinaan dengan pemukulan itu berujung salah seorang junior mereka tewas.
“15 orang junior diundang ke mess para senior alasannya untuk dilakukan pembinaan dan syukuran dalam rangka perpisahan. Mereka ini seharusnya wisuda minggu ini. Sampai TKP bukan makan-makan, malah dapat bogem mentah,” kata Irwan.
Terkait dalih tradisi ini pihak kepolisian mencoba menanyakan ke pihak kampus namun belum mendapatkan respons.
Kini para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat 2 KUHP terkait pengeroyokan hingga menyebabkan meninggal dunia. Kelimanya terancam hukuman 12 tahun penjara.
(RED)





