Pasuruan, BeritaTKP.Com – Beredar luas dimedsos petugas pemakaman Covid di Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan yang berjoget di area makam memicu komentar negatif banyak pihak. Agar tak semakin panas, saat ini telah muncul video klarifikasi dan permintaan maaf terkait aksi itu.

Dalam video klarifikasi berdurasi 1 menit 17 detik itu di bagian awal terdapat tulisan. Isinya: Permohonan maaf. Dari tim relawan Satgas Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan atas kekhilafan warga yang melakukan tindakan tidak sepantasnya dalam prosesi pemakaman jenazah Covid pada 14 Juli 2021.
Dan selanjutnya muncul video empat orang dengan mengenakan masker. Dengan background ukuran lambang Nahdlatul Ulama (NU). Mereka rupanya perwakilan tim Satgas Covid Desa Bayeman, Kecamatan Gondangwetan.
“Kami atas nama tim relawan Satgas Covid Bayeman Kecamatan Gondangwetan, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, khususnya masyarakat Kabupaten Pasuruan atas kekhilafan warga kami. Dengan melakukan tindakan tidak sepantasnya dilakukan pada proses pemakaman jenazah Covid-19,” pungkas Rohman, perwakilan dari relawan.
Menurutnya, apa yang dilakukan itu tanpa kesengajaan. “Hal ini sebagai pelajaran kami untuk tidak terulang kembali. Dan semoga pandemi Covid ini segera berlalu,” imbuh Rohman.

Pria yang juga perangkat Desa Bayeman itu menerangkan, para relawan itu ditugaskan untuk memakamkan pasien covid karena petugas dari puskesmas banyak yang sakit.
“Itu yang berjoget adalah warga atau relawan yang membantu proses pemakaman. Karena tenaga kesehatan dari puskesmas banyak yang sakit,”paparnya.
Para relawan mengaku, mereka tak ada niatan untuk menghina siapapun. Termasuk pada jenazah pasien Covid. Aksi joget tersebut itu dilakukan secara spontan. Tujuannya, untuk menghibur diri agar tidak jenuh.
Setelah video itu viral, apa para relawan diberi sanksi? Menurut
Camat Gondangwetan Hari Hijroh Saputro, para relawan yang memakai APD itu sudah diberi teguran. Namun, para relawan itu bakal tetap dilibatkan dalam pemakaman Covid. “Sebab, saat ini petugasnya terbatas. Sementara kasus pemakaman Covid masih melonjak,” terang Hari.
Adanya video itu sendiri dijelaskan tanpa niatan melecehkan siapapun. Hanya berawal dari keisengan untuk menghibur diri saat menunggu kedatangan jenazah yang mau dimakamkan. (Red)





