PASURUAN, BeritaTKP.Com–Meningkatnya resiko penyebaran Covid-19 membuat Pemkot Pasuruan semakin waspada. Kegiatan masyarakat Kota Pasuruan kini dibatasi ketat. Tempat-tempat umum disterilisasi. Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf bahkan berencana untuk  menunda dulu proses kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf) berencana akan meliburkan dulu semua kegiatan pembelajaran tatap muka yang akan dimulai pada awal bulan mendatang. Lonjakan kasus positif Covid-19 yang didominasi oleh klaster ziarah di Kelurahan Trajeng menjadi pertimbangan utama. Pemkot berpikir  ulang sebelum memberikan izin untuk dilakukannya pembelajaran tatap muka. Sebab, Kota Pasuruan kembali masuk dalam zona merah.

”Tentunya dengan peningkatan kasus seperti sekarang, kami akan pertimbangkan lagi pembelajaran tatap muka,” katanya.

Kebetulan, saat ini memang sedang masa liburan semester. Siswa-siswi SD maupun SMP sebelumnya mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka. Namun, hanya sekitar dua pecan saja. Kemudian mereka menjalani ujian akhir semester dan kembali diliburkan.

Gus Ipul menyatakan sudah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan untuk mengantisipasi segala kemungkinan terkait dengan zona merah ini. ”Memang ada agenda di dunia pendidikan yang harus tetap dilaksanakan. Yakni, pendaftaran siswa baru. Tapi, tentu harus tetap menerapkan prokes yang ketat,” tegasnya.

Tak ada kendala saat lakukan simulasi PTM.

Gus Ipul meminta kesadaran guru dan tenaga pengajar di Kota Pasuruan untuk tetap waspada, peduli, dan saling mengingatkan soal prokes. Rencana pembelajaran tatap muka yang dimulai pada tahun pelajaran baru akan dievaluasi lagi dan dipikirkan secara matang.

”Harusnya PTM inikan seharusnya dimulai pada 11 Juli mendatang. Kalau masih zona merah, besar kemungkinan PTM akan ditunda lagi demi keselamatan para peserta didik,” pungkas dia.

Gus Ipul menyatakan, tidak ingin memaksakan pembelajaran tatap muka tetap digelar di tengah situasi yang kurang baik. Pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan kembali setelah Kota Pasuruan tidak lagi berada didalam zona merah. Tujuannya, menghindari segala kemungkinan yang tidak diinginkan. Kondisi sekarang memang harus menunda PTM. ”Meski sebenarnya dalam uji coba kemarin semuanya berjalan dengan baik dan tanpa ada kendala apapun.” Tandasnya. [aes/red]