TANGERANG SELATAN, BeritaTKP.com – Polisi telah mengantongi identitas orang yang diduga menembaki pengeras suara atau toa Masjid Al Falaah di Kompleks Alvita, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Terduga pelaku disebut akan segera dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pihaknya tengah menindaklanjuti kasus tersebut dengan memanggil orang yang identitasnya telah diketahui.

“Insya Allah dalam waktu dekat, saksi kita panggil nih orangnya,” ujar Bambang saat dikonfirmasi pada Rabu (4/11/2026).

Bambang menjelaskan, berdasarkan penelusuran awal, penembakan tersebut diduga dipicu rasa kesal terduga pelaku terhadap suara pengeras masjid yang dianggap mengganggu.

“Dugaan sementara pemicu kejadian tersebut karena terduga pelaku merasa terganggu dengan suara pengeras masjid,” jelasnya.

Polisi Gelar Mediasi untuk Cegah Konflik

Untuk mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat, kepolisian bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ciputat Timur menggelar pertemuan dan mediasi.

Pertemuan tersebut melibatkan pihak Kecamatan Ciputat, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), pengurus RT/RW, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Dalam musyawarah itu, pengelola dan yayasan Masjid Al Falaah turut menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kendala teknis dalam pengaturan volume pengeras suara.

Polisi bersama pihak kecamatan juga berinisiatif mengganti toa yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

“Sudah saya bicarakan dengan Camat Ciputat. Nanti kita ganti toa yang rusak tersebut,” kata Bambang.

Pengeras Suara Diduga Ditembak Berulang Kali

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian setelah akun Threads @fajarhy_ mengunggah foto pengeras suara Masjid Al Falaah yang terlihat memiliki sejumlah lubang. Dalam unggahannya, pemilik akun menyampaikan keprihatinan karena fasilitas ibadah diduga menjadi sasaran penembakan menggunakan senapan angin.

Imam sekaligus pengurus Masjid Al Falaah, Azis, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui dari laporan seorang warga yang tinggal di rumah bertingkat dua di seberang masjid.

Warga tersebut mengaku mendengar suara letusan berulang kali dari arah masjid sekitar dua pekan sebelum kejadian ramai diperbincangkan.

Suara letusan itu disebut beberapa kali terdengar bertepatan dengan waktu salat fardu. Pada awalnya, warga mengira suara tersebut berasal dari tanggulan jalan atau petasan.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan kamera ponsel, ditemukan sejumlah lubang pada bagian pengeras suara masjid.

Azis menyebut suara letusan bahkan terdengar berulang ketika jemaah sedang melaksanakan salat.

“Pas lagi salat, rakaat pertama nembak lagi, rakaat kedua ada lagi, sampai rakaat keempat,” ungkapnya.

Setelah mengetahui kondisi pengeras suara, pengurus masjid bersama warga melakukan penelusuran dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ciputat Timur.

Hingga kini, polisi masih menindaklanjuti laporan tersebut untuk mengungkap secara pasti pelaku dan motif penembakan.(æ/red)