SURABAYA, BeritaTKP.com – Aksi mencurigakan seorang pria di area parkir Tunjungan Plaza 6, lantai 8, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, menjadi perbincangan warganet. Pria tersebut diduga mencoba masuk ke kolong mobil milik pengunjung lain, sehingga memunculkan kecurigaan adanya upaya menggosok nomor mesin atau nomor rangka kendaraan.
Peristiwa itu dibagikan oleh akun Threads @kcknging pada Senin (2/11/2026). Pengunggah mengaku mengalami langsung kejadian tersebut ketika mobilnya sedang terparkir di pusat perbelanjaan itu.
Dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa tidak lama setelah menemukan tempat parkir dan meninggalkan mobilnya selama beberapa menit, sebuah kendaraan lain tiba-tiba berhenti tepat di depan mobil miliknya.
Kecurigaan muncul ketika salah satu orang dari kendaraan tersebut terlihat berusaha masuk ke bagian kolong mobil. Saat itu, pengunggah masih berada di sekitar pintu masuk lift dan dapat mengamati aktivitas tersebut dengan cukup jelas.
“Dia berusaha masuk kolong mobil, kebetulan banget aku masih nunggu lift mau turun, pas juga lagi ngelihat ke arah mobil yang kelihatan jelas banget dari pintu masuk lift,” tulis akun tersebut.
Empat Orang Berada di Dalam Mobil
Pengunggah mengaku langsung mendatangi pria yang diduga melakukan aktivitas mencurigakan tersebut. Namun, pria itu disebut mengelak dan tidak mengakui sedang melakukan sesuatu.
Ia juga menyebut terdapat empat orang dalam mobil yang berhenti di depan kendaraannya, termasuk pria yang diduga mencoba masuk ke kolong mobil.
Unggahan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial menduga aktivitas itu berkaitan dengan praktik mata elang atau yang dikenal dengan sebutan matel.
Ada pula warganet yang menduga tindakan tersebut merupakan upaya menggosok nomor mesin atau nomor rangka kendaraan untuk kemudian digunakan menduplikasi identitas mobil yang diduga hasil pencurian.
Meski demikian, dugaan mengenai modus dan tujuan aktivitas tersebut belum dapat dipastikan. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait peristiwa tersebut.(æ/red)





