PINRANG, BeritaTKP.com – Seorang anak berinisial MS (5) meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Leppangang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Korban diduga terpeleset saat bermain dan memancing bersama teman-temannya di sekitar tepian sungai.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Dusun Leppangang Selatan, Desa Leppangang, Kecamatan Patampanua, pada Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.

Kapolsek Patampanua AKP Bakri membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, sebelum insiden berlangsung, korban bersama sejumlah temannya keluar rumah untuk bermain sekaligus memancing di dekat sungai.

“Korban bersama teman-temannya keluar bermain dan memancing di dekat pinggir Sungai Leppangang dan dilaporkan terpeleset serta tenggelam di sungai,” ujar Bakri, Rabu (4/11/2026).

Ditemukan Dua Jam Setelah Dilaporkan Tenggelam

Kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah salah seorang teman korban melaporkan insiden itu kepada nenek korban. Mendapat informasi tersebut, pihak keluarga langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

Setelah sekitar dua jam sejak korban dilaporkan hanyut, keluarga akhirnya menemukan MS dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban kemudian segera dibawa ke Puskesmas Leppangang untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

“Korban meninggal pada pukul 12.47 Wita. Saat diperiksa denyut nadi korban sudah tidak teraba, refleks pupil negatif, serta tidak ditemukan aktivitas pernapasan,” jelas Bakri.

Korban juga ditemukan mengalami perubahan warna pada bibir dan ujung kuku menjadi kebiruan hingga keunguan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tanda kekurangan oksigen akibat tenggelam.

Keluarga Terima Kejadian sebagai Musibah

Kapolsek menyampaikan bahwa keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan takdir. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah MS.

“Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah dan takdir. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” tambah Bakri.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika bermain di sekitar sungai, saluran air, maupun lokasi lain yang memiliki risiko tenggelam.(æ/red)