SUKABUMI, BeritaTKP.com – Aksi pencurian hewan ternak kembali meresahkan warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 16 ekor domba milik warga dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dilaporkan hilang akibat dugaan aksi pencurian yang terjadi di Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten.
Pencurian tersebut membuat warga khawatir karena pelaku diduga menyasar kandang ternak pada malam hari ketika kondisi lingkungan sedang sepi. Akibat kejadian berulang ini, kerugian para korban ditaksir mencapai Rp16 juta.
Salah seorang warga Kampung Bojonglingkung, Desa Sinarbentang, Ahmad (52), mengaku resah dengan aksi pencurian yang terus terjadi di wilayahnya.
“Terus terang kami di sini sangat waswas dengan teror pencurian yang berulang ini,” ungkap Ahmad, Rabu (4/11/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, total 16 ekor domba dilaporkan hilang. Rinciannya, enam ekor milik Amir, lima ekor milik Acu, dan satu ekor milik Kayat.
Sementara itu, empat ekor domba lainnya merupakan aset BUMDes yang telah lebih dahulu dilaporkan hilang pada bulan sebelumnya.
Ahmad menyebutkan, pelaku diduga membobol kandang secara paksa pada malam hari. Aksi pencurian tersebut terjadi di sejumlah titik, antara lain Kampung Datarkaliki, Rancawiru, hingga Sinarasih.
Puncak pencurian disebut terjadi pada Minggu malam pekan lalu dan kembali berlanjut hingga Rabu malam.
“Kandang milik warga dibongkar paksa oleh pelaku pada malam hari. Kerugiannya tidak sedikit,” tambahnya.
Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat, khususnya para peternak yang menggantungkan penghasilan dari usaha pemeliharaan domba.
“Ini sangat memukul perekonomian para petani ternak di sini,” ujarnya.
Meski mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp16 juta, para korban disebut belum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.
Menanggapi keresahan masyarakat, Pemerintah Desa Sinarbentang mengambil langkah pencegahan dengan menerbitkan surat edaran resmi kepala desa. Salah satu imbauannya adalah mengaktifkan kembali kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) secara rutin.
“Kami meminta warga untuk mengaktifkan kembali kegiatan Siskamling secara rutin,” demikian salah satu poin imbauan Pemerintah Desa Sinarbentang.
Selain meningkatkan keamanan lingkungan, pemerintah desa juga meminta warga melakukan pendataan ulang hewan ternak beserta identitas pemiliknya.
Warga turut diimbau memastikan kandang memiliki penerangan yang memadai guna meminimalkan peluang terjadinya pencurian.
Pemerintah desa berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.(æ/red)





