LOMBOK TENGAH,BeritaTKP.com – Keluhan penumpang terkait keberadaan porter liar di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, seorang penumpang mengaku didatangi seseorang yang menawarkan jasa mengangkut barang hingga ke kendaraan. Namun, layanan tersebut disebut diberikan tanpa diminta dan berujung pada dugaan pemaksaan pembayaran.

Penumpang tersebut juga mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa kata-kata kasar setelah memberikan uang yang dianggap terlalu sedikit oleh porter tersebut.

Ia pun meminta pengelola bandara segera mengambil tindakan agar kejadian serupa tidak kembali dialami pengguna jasa penerbangan. Menurutnya, praktik tersebut berpotensi mencoreng citra pariwisata Lombok.

Pengelola Bandara Pastikan Bukan Porter Resmi

Menanggapi video viral tersebut, Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara BIZAM, Hidya Putri Ramadhina, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penindakan terhadap orang yang dimaksud.

Penindakan dilakukan oleh petugas Aviation Security (Avsec) pada Senin (2/11/2026) malam.

Hidya menegaskan bahwa orang tersebut bukan bagian dari petugas porter resmi yang beroperasi di lingkungan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid.

Ia menjelaskan, porter resmi bandara memiliki identitas khusus berupa seragam yang digunakan saat memberikan pelayanan kepada penumpang.

Petugas Keamanan Disiagakan di Area Bandara

Pengelola bandara juga memastikan pengawasan di kawasan selasar tetap dilakukan dengan menyiagakan personel keamanan, termasuk petugas Avsec serta personel gabungan dari TNI dan Polri yang berada di bawah kendali operasi (BKO).

Terhadap orang yang diduga melakukan tindakan tersebut, petugas telah memberikan teguran dan peringatan keras agar tidak mengulangi aktivitas serupa.

Pengelola menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan sekaligus merugikan pengguna jasa bandara.

Penumpang Diminta Memastikan Identitas Porter

Hidya mengimbau seluruh penumpang agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran jasa angkut barang di lingkungan bandara.

Pengguna jasa diminta memastikan bahwa porter yang menawarkan bantuan mengenakan seragam dan identitas resmi sehingga terhindar dari praktik layanan tidak bertanggung jawab.

Kasus ini menjadi perhatian karena kenyamanan dan keamanan penumpang merupakan bagian penting dari pelayanan bandara, terlebih Lombok merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.(æ/red)