KUDUS, BeritaTKP.com — Rencana pernikahan sepasang calon pengantin di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, berakhir dengan penundaan setelah calon mempelai perempuan berinisial DNL (26) tidak diketahui keberadaannya menjelang akad nikah.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena seluruh persiapan pernikahan telah dilakukan. Tenda hajatan sudah berdiri, penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Mejobo telah tiba, bahkan rombongan keluarga calon mempelai pria datang membawa seserahan hingga sepeda motor baru.
Namun, prosesi ijab kabul yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/11/2026) pukul 08.00 WIB terpaksa ditunda lantaran DNL belum kembali ke rumah.
DNL diketahui merupakan warga Desa Jepang, sedangkan calon suaminya berinisial DL berasal dari Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo.
Berpamitan Mengikuti Wawancara Kerja
Berdasarkan keterangan keluarga, DNL terakhir terlihat pada Sabtu (31/10/2026). Pagi itu, ia sempat menemani kedua orang tuanya berziarah ke makam leluhur.
Setelah kembali ke rumah sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 WIB, DNL berganti pakaian dan berpamitan kepada orang tuanya. Ia menyampaikan hendak mengikuti wawancara kerja di sebuah perusahaan rokok di wilayah Kecamatan Gebog, Kudus.
Namun, hingga malam hari, DNL tidak kunjung pulang. Keluarga yang mulai khawatir kemudian berusaha mencari keberadaannya dengan meminta bantuan warga sekitar.
Pencarian berlanjut hingga hari pernikahan tiba. Keluarga juga meminta bantuan kepolisian agar keberadaan DNL dapat segera diketahui.
Rombongan Besan Sudah Datang, Akad Nikah Batal Dilaksanakan
Pada Senin pagi, keluarga calon mempelai pria tetap mendatangi rumah DNL sesuai jadwal pernikahan. Mereka membawa berbagai perlengkapan hajatan, termasuk dekorasi, perangkat tata suara, pembawa acara, seserahan, serta sepeda motor baru yang disiapkan sebagai hantaran.
Bahkan, pelat nomor kendaraan tersebut masih menampilkan nama kedua calon mempelai.
Akan tetapi, seluruh persiapan itu tidak berlanjut ke prosesi akad nikah. Penghulu KUA Mejobo yang telah berada di lokasi tidak dapat melaksanakan ijab kabul karena calon mempelai perempuan tidak hadir.
Ratusan tamu undangan dari keluarga perempuan juga telah berdatangan. Sejumlah tamu sempat merasa heran karena tidak terdengar alunan musik dari perangkat tata suara yang telah disiapkan.
Salah seorang tamu undangan bernama Eko mengaku baru mengetahui alasan tidak diputarnya musik setelah menanyakan hal tersebut kepada operator sound system.
Menurut keterangan yang diterimanya, pihak keluarga memang sengaja tidak menyalakan musik karena calon pengantin perempuan belum ditemukan.
Administrasi Pernikahan Tidak Bermasalah
Kasi Pelayanan Tata Usaha Pemerintah Desa Jepang, Hamdan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses administrasi pernikahan kedua calon mempelai sebelumnya berjalan lancar.
“Dokumen persyaratan (administrasi pernikahan) telah diproses pemerintah desa dan Kantor Urusan Agama (KUA) tanpa kendala,” ujar Hamdan, Selasa (3/11/2026).
Hamdan juga menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, hubungan DNL dan DL selama ini berjalan baik. Keduanya disebut menjalin hubungan atas dasar suka sama suka.
“Tidak ada persoalan ataupun perubahan sikap yang mencurigakan sebelum peristiwa tersebut terjadi,” jelasnya.
Pihak pemerintah desa menyarankan keluarga segera membuat laporan resmi kepada kepolisian agar pencarian dan penelusuran keberadaan DNL dapat dilakukan lebih lanjut.
KUA Beri Kesempatan Penjadwalan Ulang Satu Bulan
Akibat belum ditemukannya calon mempelai perempuan, pihak KUA Mejobo meminta kedua keluarga menunda rencana pernikahan sampai keberadaan DNL diketahui.
Hamdan mengungkapkan bahwa KUA memberikan tenggat waktu hingga satu bulan untuk kemungkinan penjadwalan ulang akad nikah, apabila DNL berhasil ditemukan dan calon mempelai pria masih bersedia melanjutkan pernikahan.
Hingga Selasa (3/11/2026), keberadaan DNL masih belum diketahui. Kedua keluarga pun harus menunggu perkembangan pencarian setelah seluruh persiapan pernikahan yang telah dilakukan terpaksa ditunda.
Peristiwa ini menyisakan tanda tanya mengenai alasan DNL belum kembali ke rumah sejak berpamitan mengikuti wawancara kerja. Pihak keluarga berharap keberadaannya segera ditemukan dan persoalan tersebut dapat memperoleh kejelasan.(æ/red)





