BEKASI, BeritaTKP.com – Kecelakaan maut yang melibatkan truk molen di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam. Seorang saksi mata berinisial FN mengungkapkan, truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menghantam kerumunan warga di sekitar halte atau tempat pemberhentian bus.
FN mengaku berada tepat di samping truk bersama kekasihnya saat kecelakaan terjadi pada Minggu (1/11/2026) sore. Menurut pengamatannya, truk yang awalnya berada di sisi kanan kemudian tiba-tiba bergerak ke kiri dengan cepat.
“Truk itu langsung ambil kiri dengan cepat, awalnya dia dari kanan kan langsung banting setir ke kiri. Cuma yang saya kira itu, (truk) itu ngambil kiri. Tapi, yang saya lihat itu, nggak mau berhenti, malah kencang,” ujar FN saat dihubungi, Senin (2/11/2026).
Saksi Dengarkan Suara Tidak Normal dari Truk
Sebelum tabrakan terjadi, FN mengaku mendengar suara seperti embusan angin dari arah truk molen. Ia menduga suara tersebut berasal dari sistem pengereman kendaraan.
Karena merasa suara yang didengar tidak normal, FN langsung mengerem sepeda motornya dan menjaga jarak aman dari truk.
“Seperti suara kayak suara angin gitu loh, yang saya ketahui adalah saya kira, ini memprediksi saya aja ya, seperti rem. Cuma di situ saya kenapa saya sempat berpikir bahwasanya, ‘Oh, saya ngerem dulu’ karena itu menurut saya suaranya nggak normal, saya ambil jarak aman,” jelasnya.
FN juga menyebut tidak mendengar suara klakson dari truk sebelum kendaraan tersebut menghantam kerumunan warga.
“Nah, itu nggak ada klakson. Bahkan dari si truknya pun. Mungkin ya kalau si truknya itu klakson, mungkin orang-orang yang di situ akan menghindar,” ungkap FN.
Truk Hantam Kerumunan hingga Terguling
Menurut keterangan FN, truk molen kemudian menghantam kerumunan yang berada di area pemberhentian bus. Benturan keras terdengar sebelum kendaraan tersebut akhirnya terguling.
Saksi mengaku mengalami syok ketika melihat kondisi para korban setelah kejadian. Ia menyebut terdapat sejumlah korban anak-anak, sebagian selamat dan lainnya menjadi korban kecelakaan.
FN mengaku langsung menghubungi polisi untuk meminta pertolongan setelah menyaksikan peristiwa tersebut.
“Saya benar-benar syok, berat. Ya benar-benar gemeterlah,” tuturnya.
Enam Orang Meninggal, Enam Lainnya Luka-luka
Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam pemberitaan, total terdapat 12 korban. Enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia:
- Adisa (anak), dirawat di RS Siloam Sepanjang Jaya.
- Siti Habiah, RSUD Kota Bekasi.
- Adiaha Raiqa Syafia (anak), RSUD Kota Bekasi.
- Siti Nur Latifah, RSUD Kota Bekasi.
- Muhamad Ferdiansa, RSUD Kota Bekasi.
- Soemiyati, RSUD Kota Bekasi.
Korban luka-luka:
- Sodik (anak), RS Siloam Sepanjang Jaya.
- Dian, RS Siloam Sepanjang Jaya.
- Muhammad Maulana, RS Juwita.
- Nur Jamilah, RS Juwita.
- Raihan (anak), RS Juwita.
- Fatuh (anak), RS Juwita.
Sementara itu, dugaan awal kecelakaan mengarah pada kemungkinan gangguan pengereman atau rem blong. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih harus menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Polisi sebelumnya telah mengamankan sopir truk molen berinisial TM dan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, serta analisis kecelakaan oleh tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Metro Jaya dijadwalkan dilakukan untuk mengungkap penyebab kejadian secara ilmiah.(æ/red)





