MAMASA, BeritaTKP.com – Seorang ibu rumah tangga berinisial RI (33) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, JU (30). Korban sempat kehilangan kesadaran setelah dipukul, diduga akibat persoalan bekal makanan yang disiapkan untuk dibawa suaminya ke kebun.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 08.30 Wita.

Kapolsek Aralle, Iptu Nasruddin, menjelaskan kejadian bermula ketika korban menyiapkan makanan untuk bekal suaminya yang hendak pergi ke kebun.

“Ceritanya itu, dia (pelaku) mau ke kebun, diambilkan makanan, disiapkan dalam tempat-tempat untuk dibawa ke kebun,” kata Nasruddin kepada wartawan, Kamis (29/10).

Namun, situasi berubah setelah makanan yang telah disiapkan diduga dilempar hingga berhamburan. JU disebut merasa kesal karena menganggap tindakan tersebut sebagai perbuatan membuang makanan.

“Mungkin karena jengkel atau apa, itu makanan dilemparkan hingga terhambur membuat pelaku marah, karena dianggap membuang makanan,” terangnya.

Korban Sempat Pingsan Setelah Dipukul

Dalam kondisi emosi, JU diduga memukul bagian belakang kepala istrinya menggunakan tangan sebanyak satu kali. Akibatnya, RI langsung kehilangan kesadaran.

“Langsung na pukul bagian belakang kepalanya satu kali. Langsung pingsan,” ujar Nasruddin.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada polisi. Petugas yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Nasruddin menyampaikan kondisi korban telah membaik. Ia juga menyebut korban mengaku pernah mengalami KDRT sebelumnya.

“Kondisinya sudah membaik, menurut korban dia sudah sering begitu KDRT,” ungkapnya.

Suami Serahkan Diri ke Polsek Aralle

Setelah kejadian, JU sempat meninggalkan lokasi dan diduga pergi ke kawasan kebun di pegunungan. Namun, pada hari yang sama sekitar pukul 15.00 Wita, JU mendatangi Polsek Aralle untuk menyerahkan diri dengan didampingi kepala dusun.

“Sudah kita amankan, sejak kemarin (Kamis). Dia (pelaku) datang ke Polsek didampingi kepala dusun,” kata Nasruddin, Jumat (30/10/2026).

Kepada polisi, JU berdalih khilaf dan mengaku melakukan pemukulan secara spontan karena terbawa emosi. Ia disebut kesal setelah korban melempar rantang berisi makanan hingga isinya berhamburan.

“Alasannya khilaf, spontan gerakannya karena emosi korban lemparkan itu rantang berisi makanan hingga terhambur,” jelasnya.

Polisi Masih Amankan Terduga Pelaku

Nasruddin menyebut pihak korban belum membuat laporan resmi terkait peristiwa tersebut. Korban juga disebut masih menyayangi suaminya.

“Belum ada laporan resmi. Istrinya juga mengaku masih sayang,” tuturnya.

Meski demikian, JU masih diamankan di Polsek Aralle. Polisi menyatakan akan memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita amankan dulu, sambil diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” pungkas Nasruddin.

Penanganan lebih lanjut terhadap perkara tersebut masih menunggu perkembangan dari pihak korban dan kepolisian.(æ/red)