ASAHAN, BeritaTKP.com – Warga Desa Dadimulyo, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam parit kawasan perkebunan kelapa sawit. Korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung pada Kamis (22/10/2026).
Korban diketahui bernama Muhammad Imran, warga Kota Binjai, Sumatera Utara. Identitasnya diketahui melalui kartu pengenal yang ditemukan di lokasi kejadian.
Saat ditemukan, korban tidak mengenakan baju, sementara bagian kakinya terbungkus karung. Polisi juga menemukan dugaan luka tusukan di bagian dada dan perut korban.
Polisi Duga Korban Meninggal Akibat Kekerasan
Menerima laporan warga, personel Polres Asahan bersama Polsek Kota Kisaran mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal. Garis polisi dipasang guna mendukung proses penyelidikan.
Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Riki Hamdany, mengatakan kondisi jasad korban mengarah pada dugaan adanya tindak kekerasan sebelum korban ditemukan di lokasi tersebut.
“Saat ditemukan, pria tersebut tanpa menggunakan baju dan kaki terbungkus karung. Tidak hanya itu, di tubuh korban juga ditemukan diduga luka tusukan di bagian dada dan perut,” ungkap Riki.
Ia menambahkan, polisi menduga korban mengalami penganiayaan yang berujung kematian sebelum jasadnya dibuang ke lokasi yang sepi.
Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui bernama Muhammad Imran, warga Binjai.
Sejumlah Barang Bukti Diamankan
Untuk mengungkap penyebab kematian korban, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi penemuan jasad.
Barang bukti tersebut meliputi karung, pakaian, kabel jumper baterai, serta beberapa kartu identitas milik korban.
Sementara itu, jasad Muhammad Imran telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan penyebab kematian sekaligus mendukung proses penyelidikan.
Hingga berita ini ditulis, dugaan pembunuhan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai pihak yang diduga terlibat maupun motif di balik kematian korban.(æ/red)





