SERANG, BeritaTKP.com – Video perkelahian antarpelajar SMP di Pantai Wara Wiri, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, viral di media sosial. Dua kelompok siswa dari wilayah berbeda diduga terlibat duel setelah sebelumnya saling mengejek dan menantang melalui media sosial.
Polda Banten telah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan mendatangi sekolah-sekolah yang terlibat. Para siswa yang mengikuti perkelahian dipanggil bersama orang tua atau wali mereka untuk mendapatkan pembinaan.
Dalam video yang beredar, terlihat dua kelompok pelajar berada di tepi pantai. Sejumlah siswa terlibat duel satu lawan satu, sementara teman-teman mereka menyaksikan perkelahian tersebut.
Dipicu Saling Ejek di Media Sosial
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, menjelaskan bahwa perkelahian diduga berawal dari aksi saling ejek dan saling menantang melalui media sosial maupun grup WhatsApp.
“Awal mula kejadian dipicu oleh aksi saling ejek dan saling menantang antar kelompok siswa kedua sekolah melalui media sosial atau grup WhatsApp,” ujar Maruli, Jumat (16/10/2026).
Dua kelompok pelajar tersebut disebut berasal dari wilayah Carita, Kabupaten Pandeglang, dan Cinangka, Kabupaten Serang.
Duel Terjadi Dua Kali
Menurut keterangan Polda Banten, perkelahian itu terjadi dalam dua kesempatan, yakni pada Jumat (9/10/2026) dan Sabtu (10/10/2026).
Aksi tersebut kemudian direkam dan videonya menyebar di media sosial hingga menjadi perhatian publik.
Rekaman memperlihatkan para pelajar saling melayangkan pukulan dan tendangan. Perkelahian itu berlangsung di kawasan pantai dan disaksikan oleh siswa lainnya.
Polisi Panggil Siswa dan Orang Tua
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polda Banten mendatangi sekolah-sekolah yang terlibat dan berkoordinasi dengan pihak guru serta orang tua atau wali murid.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan pembinaan dan pemahaman kepada para siswa agar konflik tidak berlanjut.
Polisi berharap para pelajar dapat menyelesaikan perselisihan tanpa kekerasan serta tidak mudah terpancing provokasi di media sosial.
Hingga informasi ini disampaikan, keterangan yang tersedia berfokus pada upaya pembinaan terhadap siswa yang terlibat. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan proses hukum terhadap para pelajar tersebut.(æ/red)





