JAKARTA, BeritaTKP.com – Polisi menangkap pria berinisial RS (44) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial TL di area food court Mal Senayan City, Jakarta Pusat. Penangkapan dilakukan setelah polisi mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV dan hasil penyelidikan.

Kejadian Berawal Saat Korban Mengantre Makanan

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim menjelaskan, saat itu korban sedang mengantre makanan di food court.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria yang duduk di sekitar antrean tiba-tiba menendang bagian belakang tubuh korban.

“Dalam rekaman CCTV yang beredar, pria tersebut kemudian menendang bagian belakang atau punggung korban secara tiba-tiba,” ujar Abdul Rahim.

Akibat tendangan tersebut, korban terjatuh ke depan. Setelah berdiri, korban tampak kebingungan lalu meninggalkan lokasi.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif atau alasan pelaku melakukan tindakan tersebut.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Setelah video kejadian viral, Polsek Tanah Abang membuat laporan polisi model A. Selain itu, Tim Opsnal Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Penyelidikan dilakukan melalui:

  • Pemeriksaan korban dan saksi
  • Pengumpulan informasi lapangan
  • Analisis rekaman dan data digital

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai RS.

Pelaku Ditangkap di Jakarta Utara

Pada Jumat (17/9/2026) sekitar pukul 03.55 WIB, Tim Opsnal Jatanras menangkap RS di kawasan Jalan Gedung Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pelaku kemudian dibawa ke Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Sempat Mengelak Saat Ditangkap

Dalam video penangkapan yang beredar, RS terlihat sempat membantah saat didatangi polisi.

Ia mempertanyakan lokasi penangkapan dan menyebut dirinya tidak tinggal di tempat yang disebut petugas.

Dalam proses tersebut, polisi juga terlihat melakukan komunikasi melalui video call dengan keluarga pelaku. Namun RS tetap terlihat berbelit-belit dan sempat menolak ketika akan dibawa ke rumahnya. Polisi masih mendalami motif tindakan tersebut serta melengkapi proses hukum terhadap RS.(æ/red)