WAMENA, BeritaTKP.com – Seorang sopir travel asal Toraja, Sulawesi Selatan, bernama Aris Sanda alias Tasya, ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Korban diketahui sedang menjalankan aktivitas sebagai pengemudi travel yang melayani kebutuhan masyarakat, termasuk membawa penumpang serta mengangkut logistik menuju wilayah pedalaman.

Peristiwa tersebut terjadi di jalur Wamena-Mbua. Setelah sebelumnya dilaporkan menjadi korban penyanderaan dan penembakan, kendaraan yang digunakan korban akhirnya ditemukan oleh Koops TNI Habema dalam kondisi terbakar bersama jenazah korban di dalamnya.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M Wirya Arthadiguna mengatakan, tim menemukan satu kendaraan yang telah terbakar saat melakukan pencarian di lokasi kejadian.

“Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya,” ujarnya.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa korban merupakan warga sipil yang sedang bekerja melayani kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, jalur transportasi yang dilalui korban memiliki peran penting bagi warga karena menjadi akses distribusi kebutuhan pokok, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.

“Kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan, dan para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Riyanto.

Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan karena lokasi kejadian berada di wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan.

Selain melakukan evakuasi, aparat juga melakukan pengamanan wilayah serta upaya penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Koops TNI Habema menyatakan akan terus memperkuat pengamanan jalur transportasi dan memberikan perlindungan bagi masyarakat, termasuk para pekerja, tenaga kesehatan, guru, pengemudi, serta warga yang menjalankan aktivitas pelayanan di wilayah Papua Pegunungan.(æ/red)