LAMPUNG, BeritaTKP.com – Polisi berhasil menangkap pria yang diduga melepaskan tembakan di area Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung). Pelaku diketahui bernama Ahmad Ilhamni (22), warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap motif pelaku melakukan aksinya karena diduga merasa sakit hati setelah diberhentikan dari pekerjaannya sebagai satpam. Pelaku datang ke kampus tersebut dengan tujuan mengancam mantan atasannya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Pol Indra Hermawan mengatakan pelaku diamankan oleh tim gabungan Resmob Tekab 308 Polda Lampung, Resmob Tekab 308 Polresta Bandar Lampung, dan Unit Reskrim Polsek Sukarame pada Rabu (16/9/2026) dini hari.
“Pelaku telah berhasil ditangkap. Saat ditangkap, pelaku sedang bersama temannya Rudi. Keduanya melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri, sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur,” ujar Indra.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, empat butir amunisi kaliber 9 milimeter, empat paket kecil sabu, kunci letter T, serta satu unit mobil Honda Brio.
Sementara dari tangan rekannya, Rudi alias Ateng, polisi menyita 17 selongsong peluru kaliber 5,5 milimeter, kunci letter T, dan sejumlah barang lainnya.
Polisi juga mendalami dugaan keterlibatan Ahmad dan Rudi dalam sejumlah aksi pencurian di wilayah Bandar Lampung. Berdasarkan pengakuan awal, keduanya diduga terlibat dalam beberapa lokasi pencurian yang masih dalam proses pengembangan, termasuk terkait kemungkinan adanya pihak penadah.
Sebelumnya, aksi pelaku sempat viral di media sosial setelah rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria mengenakan kaus hitam lengan panjang dan masker datang menggunakan sepeda motor matik berwarna merah.
Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat berhenti di sekitar pos penjagaan kampus, kemudian mengangkat tangan dan mengacungkan senjata api ke arah udara sebelum meninggalkan lokasi.
Polisi saat ini masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mendalami rangkaian aksi pelaku, asal-usul senjata api rakitan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.(æ/red)





