SUKABUMI, BeritaTKP – Warga dan pedagang di sekitar Pasar Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dibuat resah dengan kemunculan seekor ular sanca batik berukuran besar.
Ular sepanjang sekitar 4 meter tersebut ditemukan bersembunyi di bawah jembatan belakang area pasar pada Minggu, 13 September 2026.
Kemunculan reptil berukuran besar itu menjadi perhatian karena sebelumnya warga sekitar sudah beberapa kali melihat keberadaan ular serupa dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Ular Sering Muncul di Sekitar Pasar dan Dermaga
Keberadaan ular sanca tersebut diketahui telah membuat masyarakat di kawasan Pasar Palabuhanratu dan sekitar dermaga merasa khawatir.
Dalam beberapa kesempatan, nelayan setempat juga disebut pernah menemukan ular berukuran besar di area sekitar perairan dan dermaga.
Karena khawatir membahayakan warga, laporan mengenai keberadaan ular tersebut kemudian diteruskan kepada petugas penyelamatan.
Petugas Damkar Lakukan Evakuasi
Mendapat laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi langsung mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi.
Kasi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan DPKP Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman, mengatakan proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
Petugas mengalami kendala karena sebagian tubuh ular masih berada di area yang sulit dijangkau.
“Sebagian badan ular masih tersembunyi di antara tumpukan batang pohon dan bebatuan,” ujar Tatang.
Medan Evakuasi Penuh Hambatan
Selain posisi ular yang tersembunyi, kondisi lokasi juga menjadi tantangan bagi petugas.
Area bawah jembatan diketahui dipenuhi material sampah, aliran sungai, serta tumpukan bebatuan yang membuat proses pengamanan harus dilakukan dengan hati-hati.
Meski menghadapi sejumlah kendala, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular tersebut tanpa adanya korban.
Ular Dibawa ke Kantor DPKP Sukabumi
Setelah berhasil diamankan, ular sanca batik dengan panjang sekitar 4 meter tersebut kemudian dibawa ke kantor DPKP Kabupaten Sukabumi untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tidak menimbulkan dampak terhadap warga sekitar.
Kemunculan ular besar ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap keberadaan satwa liar, terutama di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai dan habitat alami.(æ/red)