Nganjuk, BeritaTKP Com – Program Revitalisasi yang diturunkan langsung dari pusat sangat tak terkontrol lepas pengawasan dari dinas terkait berdasar investigasi Berita TKP pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 10’55 Wib. karena ada kesalahan penerapannya .
Bantuan dari Pemerintah dengan menggunakan anggaran APBN tahun 2026 ini yang dilaksanakan oleh P2SP ( Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan ) dengan sistem swakelola yang dalam prakteknya di kerjakan pemborong serta ditafsirkan Kepala Sekolah sebagai pengguna anggarannya dengan besaran Rp. 896.960.000 ; ini untuk rehap 6 lokasi atau ruangan kelas sekolah .
SDN 2 Perning, Kec. Jatikalen, Kab. Nganjuk yang kini pengerjaannya dijumpai terlihat akal akalan karena berdasarkan fakta yang ada bahwa kolom tanpa sepatu, besi terakit hanya ditancapkan pada lantai dan dipopok pakai luluh agar terlihat seolah olah tampak bersepatu dan di cor, dilokasi tak ada yang mengawasi disitu hanyalah tukang dan kuli, sehingga sistem pengerjaannya kurang sempurna memenuhi prosedur kontruksi yang benar dan tepat .
Sebagai sosial kontrol dan fungsi pengawasan untuk yang ke dua kalinya pada Senin, 7 September 2026 pukul 10’26 Wib. media ini melihat pekembangannya pembangunan SDN tersebut .
Meskipun sekarang garapan sudah tampak di poles terlihat rapi akan tetapi tetap berpedoman pada kenyataan sebenarnya, artinya bahwa garapan itu tetap tak memakai prosedur yang baik yaitu tanpa sepatu, dari segi kwalitas diragukan .
Rumor yang berkembang bawasanya dimata para awak media dengan banyaknya kejanggalan pembangunan revit ini sulit untuk menemukan si pengguna anggaran guna untuk konfirmasi .
Di saat media ini sengaja hendak masuk halaman sekolah pada saat itu ada dua oknum guru di lokasi naik Satria warna merah begitu melihat ada wartawan masuk lalu keburu buru menghindar kebirit birit, katanya mau kembali ngajar yaitu Dwi Cahyono dan kawannya .
Sedangkan Kepala Sekolah SDN 2 Perning, Haris Adipratama tidak ada di tempat, informasinya dari dalam lingkup sekolahan bahwa Kasek sedang pergi keluar kota hingga berita kemeja redaksi . ( tut )





