SIDOARJO, BeritaTKP.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, meninjau langsung program budidaya ikan lele dengan sistem bioflok di lingkungan Lapas Sidoarjo, Selasa (8/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan secara optimal sekaligus mendorong pengelolaan budidaya yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam kunjungannya, Disri melihat kondisi kolam bioflok serta perkembangan ikan lele yang dibudidayakan. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kondisi kolam, pertumbuhan ikan hingga pola pemberian pakan.
Dorong Peningkatan Kualitas Pakan
Disri memberikan arahan kepada jajaran pengelola agar kualitas pakan ikan terus diperhatikan. Pakan yang tepat dan berkualitas dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ikan sekaligus menjaga efisiensi budidaya.
Selain pakan, pengelolaan kolam juga diminta dilakukan secara lebih sistematis. Kolam akan diklasifikasikan berdasarkan fase pertumbuhan ikan, mulai dari pembibitan, pembesaran hingga kolam ikan siap panen.
Pembagian tersebut diharapkan memudahkan petugas melakukan pemantauan dan memberikan perlakuan sesuai kebutuhan pada setiap tahapan pertumbuhan.
Budidaya Berkelanjutan di Lahan Terbatas
Program budidaya lele dengan sistem bioflok menjadi salah satu upaya Lapas Sidoarjo dalam memanfaatkan lahan secara produktif. Sistem tersebut dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga membangun pola produksi yang konsisten.
Kalapas menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan perlu didukung dengan pengelolaan yang terukur, evaluasi berkala, serta pemeliharaan yang dilakukan secara berkesinambungan.
Jadi Bagian dari Pembinaan Kemandirian WBP
Budidaya ikan lele juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Melalui kegiatan tersebut, WBP mendapatkan pengalaman praktis dalam mengelola budidaya perikanan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi WBP ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Lapas Kelas IIA Sidoarjo berkomitmen melanjutkan pengembangan program ketahanan pangan melalui pemantauan dan evaluasi secara berkala.
Optimalisasi kualitas pakan, klasifikasi kolam berdasarkan fase pertumbuhan, serta pengawasan rutin diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi WBP.(yanto)





