SIDOARJO, BeritaTKP – Sebanyak 53 santri dan pelajar yang terdampak dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Puluhan pasien tersebut tersebar di tiga rumah sakit, yakni RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Notopuro. Mereka masih mendapatkan pemantauan medis sebelum dinyatakan cukup sehat untuk diperbolehkan pulang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan jumlah pasien yang menjalani rawat inap terus menurun dibandingkan hari sebelumnya.
Ratusan Pasien Sudah Diperbolehkan Pulang
Hingga Kamis (3/9/2026), total warga yang dilaporkan terdampak dugaan keracunan MBG mencapai sekitar 666 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 581 orang telah diperbolehkan pulang atau melanjutkan pemulihan dengan rawat jalan.
Sementara itu, 53 pasien masih menjalani rawat inap. Selain itu, terdapat enam orang yang masih berada dalam tahap observasi.
Sebanyak 24 santri yang sebelumnya menjalani perawatan di RS Siti Hajar juga telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinilai membaik.
Pasien Tak Langsung Dipulangkan
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo memastikan pasien yang masih membutuhkan pemantauan tidak akan dipulangkan secara terburu-buru.
Dokter akan melakukan observasi terlebih dahulu untuk memastikan kondisi masing-masing pasien cukup stabil untuk kembali ke rumah.
“Prinsipnya kita tidak gegabah. Kalau memang masih perlu observasi, kita pantau dulu. Setelah dokter menyatakan aman, baru dipulangkan,” ujar Lakhsmie.
Selain tiga rumah sakit yang menangani pasien rawat inap, penanganan juga dilakukan di RS Arafah dan Anwar Medika. Namun, pasien di dua fasilitas kesehatan tersebut disebut lebih banyak menjalani observasi dan tidak memerlukan rawat inap dalam waktu lama.
Tidak Ada Pasien dalam Kondisi Kritis
Kabar terbaru dari Dinas Kesehatan Sidoarjo menyebutkan tidak ada pasien yang berada dalam kondisi kritis.
Pasien yang masih dirawat disebut menunjukkan perkembangan kondisi yang membaik. Jumlah pasien rawat inap juga terus berkurang setelah sebagian dinyatakan dapat pulang.
Dinkes berharap seluruh pasien yang masih menjalani perawatan dapat segera kembali ke rumah apabila hasil observasi dokter menunjukkan kondisi yang memungkinkan.
Penyebab Dugaan Keracunan Masih Jadi Perhatian
Kasus ini sebelumnya membuat ratusan santri dan pelajar di Sidoarjo harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.
Penanganan terhadap para pasien terus dilakukan sembari proses penelusuran terkait dugaan sumber masalah pada makanan berlangsung.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG.
Hingga Kamis, tidak dilaporkan adanya tambahan kasus baru sejak Rabu malam.(æ/red)