LAMPUNG, BeritaTKP – Polisi membongkar sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, yang diduga digunakan sebagai tempat produksi pil yang disebut-sebut menyerupai ekstasi. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah orang beserta peralatan yang diduga digunakan untuk mencetak pil.
Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Lampung AKBP Wahyudi Shabara mengungkapkan, para pelaku diduga mempelajari cara membuat pil tersebut secara mandiri melalui berbagai video di YouTube.
Menurut Wahyudi, bahan yang digunakan para pelaku berasal dari sejumlah obat yang mudah diperoleh, kemudian dicampurkan dengan narkotika. Polisi masih melakukan pendalaman terkait kandungan serta proses produksi pil tersebut.
“Keahlian itu diakui para pelaku belajar dari video YouTube. Jadi mereka belajar di sana kemudian mempraktikkannya sendiri,” ujar Wahyudi, Senin (31/8/2026).
Sudah Beredar di Sejumlah Wilayah
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memperoleh informasi bahwa pil tersebut diduga telah diedarkan di sejumlah wilayah di Lampung, terutama Kota Bandar Lampung.
Jumlah pil yang telah beredar disebut mencapai ratusan butir. Transaksi dilakukan secara langsung maupun menggunakan sistem cash on delivery (COD).
Uang hasil penjualan diduga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bersenang-senang, serta membeli narkotika lainnya.
Berawal dari Informasi Masyarakat
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Unit 1 Subdit II Ditres Narkoba Polda Lampung pada Rabu (27/8/2026).
Kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai sebuah rumah kontrakan yang diduga kerap digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkotika.
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Dodi Suryadin mengatakan, informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan di lokasi.
“Informasi dari masyarakat kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan observasi dan surveillance di lokasi,” kata Dodi, Minggu (30/8/2026).
Dalam pengembangan kasus, polisi mengamankan lima orang. Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti, termasuk perangkat yang diduga digunakan untuk mencetak pil serta sejumlah bahan dan narkotika.
Saat ini, penyidik masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan, jaringan peredaran, serta jumlah produksi dan distribusi pil tersebut.
Polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk memastikan sejauh mana jaringan tersebut beroperasi dan apakah masih terdapat pihak lain yang terlibat.(æ/red)





