KATINGAN, BeritaTKP – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah tak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga memaksa satwa liar keluar dari habitatnya.
Seekor orang utan bahkan terlihat masuk ke badan jalan dan kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Katingan setelah habitatnya terdampak kebakaran.
Petugas bersama warga kemudian berupaya mengarahkan orang utan tersebut kembali ke kawasan hutan guna mencegah terjadinya konflik antara satwa liar dan manusia.
Kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya. Akibat meluasnya karhutla, sejumlah satwa kehilangan tempat berlindung serta sumber makanan sehingga terpaksa keluar dari habitat alaminya.
Tak semua satwa berhasil menyelamatkan diri. Petugas menemukan seekor terenggiling dan ular yang telah mati akibat terbakar di kawasan terdampak karhutla di Kasongan, ibu kota Kabupaten Katingan.
Petugas Damkar Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Bagus, mengatakan, wilayah tersebut merupakan habitat berbagai jenis satwa yang turut terdampak kebakaran.
“Di Kalteng ini banyak satwa yang terdampak. Kemarin menemukan ular sanca kurang lebih panjang tiga meteran. Itu mati terbakar. Dan juga satwa dilindungi termasuk terenggiling,” ujarnya.
Data BPBD Kalimantan Tengah mencatat, di Kabupaten Katingan telah terjadi 27 kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan luas area terbakar mencapai sekitar 44 hektare.
Sementara di Kota Palangka Raya, tercatat sebanyak 329 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 274 hektare.
Petugas menyebut dampak kebakaran telah memaksa sejumlah satwa liar berpindah ke wilayah yang lebih dekat dengan permukiman warga.
Selain menemukan terenggiling yang terbakar, petugas juga menerima laporan adanya orang utan yang masuk ke kawasan dekat permukiman akibat habitatnya terdampak kebakaran.
“Kemarin info dari teman-teman KPHP Katingan Hilir, mereka menemukan terenggiling yang sudah terbakar. Dan juga di Katingan ada orang utan yang habitatnya terbakar jadi mereka masuk ke permukiman warga,” pungkasnya.
Karhutla yang terus terjadi menjadi ancaman serius, bukan hanya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga bagi keberlangsungan hidup satwa liar yang kehilangan habitat akibat kebakaran.(æ/red)





