Semarang, BeritaTKP.com – Kasus hilangnya pemilik konter ponsel Royal Phone Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, akhirnya menemui titik terang. Polisi memastikan pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam bagasi sebuah mobil di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, merupakan pemilik konter tersebut.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan di wilayah Gubug adalah pemilik konter HP Royal Phone Ambarawa.
“Iya, jenazah di Gubug adalah bos konter HP Ambarawa,” kata Heru saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
Korban diketahui bernama Candra Waskito (25), warga Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Candra merupakan pemilik konter ponsel Royal Phone yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah tempat usahanya diduga menjadi sasaran pencurian dengan kekerasan.
Sebelumnya, konter Royal Phone di Ambarawa ditemukan dalam kondisi berantakan. Sejumlah ponsel yang berada di dalam etalase dilaporkan raib. Kondisi tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa telah terjadi aksi perampokan.
Keberadaan Candra juga sempat tidak diketahui setelah peristiwa tersebut. Bahkan, satu unit mobil miliknya turut dilaporkan hilang dari lokasi konter.
Polisi kemudian menemukan jasad seorang pria di dalam bagasi mobil di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan. Setelah dilakukan proses identifikasi, polisi memastikan jenazah tersebut merupakan Candra Waskito.
Jarak antara lokasi konter Royal Phone di Ambarawa dengan lokasi ditemukannya korban diperkirakan mencapai sekitar 49 kilometer.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, pihaknya langsung melakukan serangkaian tindakan kepolisian setelah mendapatkan informasi mengenai peristiwa tersebut.
“Untuk sementara kami melaksanakan penyelidikan yang telah melalui serangkaian TPTKP dan olah TKP terhadap peristiwa tersebut. Untuk dugaan sementara pencurian dengan kekerasan,” terang Bodia.
Polisi Dalami Motif dan Pelaku
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang menimpa Candra. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti serta mencari petunjuk terkait keberadaan pelaku.
Dugaan sementara, kasus tersebut berkaitan dengan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas). Namun, polisi masih mendalami kronologi serta motif di balik kejadian tersebut.
Sebelumnya, karyawan Royal Phone mulai curiga ketika konter belum juga dibuka hingga siang hari. Setelah dilakukan pengecekan, kondisi konter ditemukan berantakan dan sejumlah barang di dalamnya telah hilang.
Penemuan korban di dalam bagasi mobil kemudian menjadi perkembangan penting dalam penyelidikan kasus tersebut. Polisi kini terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti lain guna mengungkap pelaku serta memastikan kronologi lengkap kejadian. Kasus tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan Polres Semarang.(æ/red)





