JAKARTA, BeirtaTKP.com – Temuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih menjadi perhatian kepolisian. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 995 pucuk senjata yang ditemukan merupakan airsoft gun yang disebut memiliki dokumen perizinan.
Ratusan senjata tersebut ditemukan di salah satu ruangan yang berkaitan dengan mantan ketua yayasan berinisial IWD. Polisi masih mendalami alasan ratusan airsoft gun tersebut disimpan di lingkungan sekolah.
Dari total 995 pucuk airsoft gun, terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, serta 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter.
Polisi menyebut ratusan senjata tersebut merupakan barang impor. Peruntukan impor serta alasan penyimpanannya di sekolah masih dalam proses pendalaman.
Diklaim Milik PT Lokta Karya Perbakin
Direktur Utama PT Lokta Karya Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Alhadid Endar Putra, membenarkan bahwa 995 pucuk airsoft gun tersebut merupakan milik perusahaan yang dipimpinnya.
Menurut Alhadid, seluruh airsoft gun tersebut memiliki izin. Ia bahkan mengaku telah memberikan dokumen perizinan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.
“Benar, itu milik Lokta Karya Perbakin. Itu sudah jelas, ada izinnya yang 995 pucuk itu berupa airsoft gun,” ujar Alhadid.
Alhadid juga diketahui menjadi kuasa hukum mantan ketua yayasan berinisial IWD. Ia mengatakan telah dimintai keterangan oleh polisi terkait temuan tersebut.
Ia menegaskan 995 pucuk senjata yang ditemukan bukan merupakan senjata api.
“Kalau senjata api itu bukan punya Lokta, tapi ada pemiliknya, juga ada izinnya juga,” jelasnya.
Menurut Alhadid, terdapat satu pucuk senjata api yang ditemukan di lokasi dan disebut memiliki izin kepemilikan.
Berkaitan dengan Rencana Ekskul Menembak
Alhadid menjelaskan, keberadaan ratusan airsoft gun di sekolah tersebut berkaitan dengan rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak target.
Senjata-senjata tersebut disebut disimpan di gudang sekolah untuk mendukung rencana kegiatan tersebut.
Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman terkait keseluruhan aktivitas dan peruntukan senjata yang berada di lingkungan sekolah.
Pemilik Satu Senjata Api Ternyata Telah Meninggal
Selain 995 airsoft gun, polisi juga menemukan satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, hasil penelusuran menunjukkan senjata api tersebut tercatat atas nama pria berinisial DS.
DS diketahui merupakan direktur di PT Lokta Karya Perbakin. Namun, polisi menemukan fakta bahwa DS telah meninggal dunia pada 2020.
“Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” kata Budi.
Polisi juga berencana meminta keterangan dari IWD atau IW, mantan ketua yayasan yang ruangannya menjadi lokasi ditemukannya ratusan senjata tersebut.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan status hukum seluruh senjata, dokumen perizinan, serta alasan penyimpanannya di lingkungan sekolah.(æ/red)





