Jakarta, BeritaTKP.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih memprioritaskan proses pencocokan data manifes penumpang KMP Mutiara Sentosa II dengan jumlah korban yang berhasil dievakuasi pascakebakaran kapal di perairan utara Sumenep, Jawa Timur. Proses tersebut dilakukan karena masih terdapat kapal penyelamat yang belum tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, hingga kini petugas terus melakukan verifikasi data untuk memastikan seluruh penumpang telah teridentifikasi. Menurutnya, terdapat sejumlah perbedaan antara data manifes dan kondisi di lapangan yang masih ditelusuri.
Salah satu penyebabnya adalah adanya penumpang yang membatalkan perjalanan, namun perubahan tersebut tidak diperbarui dalam data manifes. Selain itu, petugas juga menemukan lima anak yang tidak tercatat dalam manifes kapal, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah.
Dudy menegaskan, pencatatan seluruh penumpang memiliki peran penting, bukan hanya untuk memudahkan proses evakuasi saat terjadi kecelakaan, tetapi juga untuk menjamin hak-hak korban serta memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung bagi anak-anak.
Ia memastikan proses pencocokan data manifes dengan jumlah korban yang telah dievakuasi masih terus dilakukan hingga seluruh penumpang dapat dipastikan keberadaannya.
Operator Kapal Akan Dievaluasi
Selain fokus pada proses pendataan korban, Kementerian Perhubungan juga akan melakukan evaluasi terhadap operator KMP Mutiara Sentosa II setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyelesaikan investigasi penyebab kebakaran kapal.
Menurut Dudy, hasil investigasi KNKT akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah evaluasi terhadap perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal tersebut.
“Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT. Ini menjadi lesson learned buat kita dan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan,” ujar Dudy di Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari.
Ia menambahkan, evaluasi tersebut penting mengingat KMP Mutiara Sentosa II dilaporkan telah dua kali mengalami insiden kebakaran, sehingga pemerintah perlu menilai aspek operasional, keselamatan, serta kepatuhan operator terhadap standar pelayaran.
Kemenhub menegaskan, seluruh proses verifikasi data penumpang dan investigasi penyebab kebakaran akan menjadi dasar dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi laut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(æ/red)





