Tangerang Selatan, BeritaTKP.com – Kepolisian mengungkap modus yang digunakan komplotan pelaku ganjal ATM yang ditangkap di kawasan Rumah Sakit Buah Hati, Pamulang, Tangerang Selatan. Para pelaku diduga bekerja secara terorganisasi dengan membagi peran untuk mengelabui korban dan menguasai kartu ATM.

Tiga terduga pelaku berinisial AN, IRA, dan MH telah diamankan dan kini menjalani proses hukum.

Ganjal Kartu Lalu Berpura-pura Menolong

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menjelaskan pelaku terlebih dahulu mengganjal mesin ATM sehingga kartu milik korban tidak dapat keluar.

Saat korban mengalami kesulitan, salah seorang pelaku kemudian berpura-pura menawarkan bantuan dengan tujuan menguasai kartu ATM korban.

Menurut polisi, modus tersebut telah memakan banyak korban sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi di mesin ATM.

Polisi Sita Sejumlah Barang Bukti

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:

  • Dua unit sepeda motor.
  • Satu kartu ATM BCA.
  • Dua bilah pisau.
  • Sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar mesin ATM atau mengalami kendala yang tidak biasa saat bertransaksi.

Pelaku Berbagi Peran

Kapolsek Pamulang, AKP Galuh Febri Saputra, mengatakan setiap anggota komplotan memiliki tugas masing-masing saat menjalankan aksinya.

Ada pelaku yang bertugas mengganjal mesin ATM, ada yang berpura-pura membantu korban, sementara pelaku lainnya mengawasi situasi di sekitar lokasi.

Menurut polisi, para pelaku juga membawa senjata tajam ketika menjalankan aksinya.

Sempat Melawan Saat Ditangkap

Proses penangkapan para pelaku sempat menjadi perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial.

Dalam proses penangkapan, polisi menyebut para pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.

Penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain maupun keterlibatan jaringan pelaku dalam aksi serupa di wilayah lain.(æ/red)