LAMPUNG, BeritaTKP.com – Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung terus digencarkan. Per Selasa (28/7/2026), sebanyak delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG resmi dihentikan sementara (suspend) operasionalnya guna memperbaiki kualitas infrastruktur dan administrasi.

Kasubbag Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung-Bengkulu, Fitra Alfarisi, menjelaskan bahwa kebijakan penghentian sementara ini merupakan langkah konkret untuk memastikan standar penyelenggaraan program berjalan optimal.

“Di era kepemimpinan baru Pak Sudaryono ini, kami memiliki semangat baru untuk menghadirkan layanan gizi yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia,” ujar Fitra, Selasa (28/7/2026).

Dua Dapur Terkait Dugaan Keracunan dan Enam Terkendala Fasilitas Dari total delapan dapur yang disuspend, rinciannya dibagi menjadi dua kategori utama:

  1. Terkait Dugaan Kasus Kesehatan Siswa: Dua dapur berada di SPPG Sinar Betung (Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus) dan SPPG Tegineneng (Kabupaten Pesawaran). Penghentian dilakukan menyusul laporan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa—yakni delapan siswa SMPN 1 Talang Padang dan 32 siswa SDN 22 Tegineneng—usai mengonsumsi menu program. Kendati demikian, pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
  2. Belum Memenuhi Standar Infrastruktur dan Administrasi: Enam dapur lainnya dihentikan sementara karena belum memenuhi standar fasilitas maupun kelengkapan dokumen sesuai petunjuk teknis (juknis) Badan Gizi Nasional (BGN). Keenam dapur tersebut meliputi SPPG Jabung Negara Batin (Lampung Timur), SPPG Way Serdang Labuhan Baru (Mesuji), SPPG Mesuji Sumber Makmur, SPPG Kotabumi Utara Kali Cinta (Lampung Utara), SPPG Gunung Sugih Seputih Jaya 2 (Lampung Tengah), serta SPPG Tanjungkarang Pusat Gotong Royong (Bandar Lampung).

Distribusi Layanan Tetap Berjalan Pemerintah memastikan bahwa penghentian operasional sementara ini tidak akan menghentikan hak para penerima manfaat. Selama dapur-dapur terkait menjalani masa pembenahan dalam waktu tiga bulan ke depan, pasokan dan distribusi makanan bergizi bagi para siswa akan dialihkan melalui koordinasi dengan SPPG terdekat.(æ/red)