PAREPARE, BeritaTKP.com – Warga di kawasan Jalan Jenderal Muh Yusuf, Kelurahan Galung Maloang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan penemuan ratusan karung bekas beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kilogram yang berserakan. Temuan ini memicu kecurigaan kuat adanya praktik pengemasan ulang (repacking) beras subsidi pemerintah untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Parepare, Rahmi Mangeran, membenarkan adanya temuan tersebut dan menyatakan pihaknya langsung bergerak melakukan penelusuran di lapangan. Berdasarkan indikasi awal, Bulog menduga ada oknum masyarakat nakal yang sengaja mengumpulkan beras SPHP dari para mitra penyalur di pasar untuk dikemas ulang ke dalam karung lain.

“Ya memang sudah jelas ada dugaan oknum masyarakat yang sepertinya mereka mengumpulkan beras SPHP dari mitra-mitra pelaksana di pasar. Lalu mereka mengemas ulang lagi untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi. Indikasinya seperti itu,” ungkap Rahmi, Jumat (24/7/2026).

Ancaman Proses Hukum dan Evaluasi Mitra Rahmi menegaskan bahwa penunjukan mitra penyalur SPHP sebenarnya telah melalui mekanisme seleksi dan survei ketat sebelum ditetapkan. Bulog juga secara tegas melarang keras para mitra untuk membuka, menyobek, mencampur, ataupun mengemas ulang beras subsidi tersebut.

“Kami sudah memberikan peringatan kepada semua mitra bahwa mereka tidak boleh membuka, menyobek, mengemas ulang ataupun mencampur beras SPHP dengan beras lainnya,” jelasnya.

Sebagai langkah tegas, Bulog menyatakan siap menyerahkan kasus ini ke ranah hukum apabila terbukti ada unsur tindak pidana yang dilanggar. Selain itu, Bulog akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh mitra penyalur serta menerbitkan surat edaran penegasan larangan repacking.

“Kalau ada unsur pidana maka akan kami serahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sebagaimana ketentuan yang berlaku,” tegas Rahmi. “Kami langsung turun lagi ke masyarakat. Untuk sementara kami akan lebih menyeleksi lagi, mengevaluasi lagi penyaluran kepada mitra-mitra pelaksana.”

Gandeng Satgas Pangan Gelar Sidak Guna mengantisipasi praktik curang serupa meluas, Bulog berencana menggandeng Satgas Pangan dan Polres Parepare untuk segera menggelar inspeksi mendadak (sidak) di lapangan dalam waktu dekat.

Meskipun pengawasan distribusi kini diperketat, Rahmi memastikan bahwa pasokan beras SPHP bagi masyarakat luas tidak akan terganggu. Penyaluran tetap difokuskan di pasar-pasar rakyat, khususnya melalui Pasar Lakessi, serta program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin dilaksanakan minimal tiga kali dalam seminggu.(æ/red)