Evakuasi jenazah Sekdin PRKP Bangkalan yang ditemukan tewas dalam Innova pelat merah di Bandara Juanda.

Sidoarjo, BeritaTKP.com – Titik terang pengusutan kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), yang jasadnya ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinas berpelat merah di area Bandara Juanda, perlahan mulai terkuak. Pihak kuasa hukum keluarga korban secara resmi membeberkan profil dan inisial pria misterius yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.

Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa terduga pelaku merupakan seorang pria paruh baya yang sempat terekam kamera pengawas (CCTV) bandara saat sedang mengemudikan mobil dinas milik korban.

Profil Terduga Pelaku Berinisial E

Berdasarkan informasi dan penelusuran awal, pihak keluarga dan tim penasihat hukum telah mengantongi identitas serta ciri-ciri fisik dari pria tersebut:

  • Usia: Diperkirakan telah berusia di atas 50 tahun.
  • Asal: Diduga kuat berasal dari luar Pulau Jawa, tepatnya dari wilayah Sulawesi.
  • Domisili: Saat ini terdeteksi menetap di salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Inisial Nama: Berinisial huruf depan E.

Risang menuturkan bahwa visual wajah dan karakteristik fisik terduga pelaku berinisial E ini sudah mulai disebarluaskan. Pihak keluarga berharap dengan tersebarnya ciri-ciri tersebut, warga, tetangga, maupun kerabat yang mengenali dapat segera memberikan informasi kepada pihak berwajib.

“Kami yakin cepat atau lambat akan dikenali oleh keluarga, tetangga, teman maupun lingkungan tempat tinggalnya sehingga diharapkan dapat segera diamankan dan dimintai keterangan oleh penyidik,” ujar Risang, Selasa (30/6/2026).

Kejanggalan Sebelum Ditemukan Tewas

Skenario di balik hilangnya nyawa sang Sekretaris Dinas ini dinilai penuh dengan tanda tanya. Menurut pihak keluarga, korban Ruly dikenal sebagai sosok yang tidak memiliki kebiasaan bepergian jauh seorang diri, apalagi sampai menginap dalam durasi yang lama tanpa didampingi anggota keluarga.

Oleh karena itu, kenyataan bahwa korban berada di luar kota sendirian memunculkan dugaan kuat bahwa korban telah dijebak, dipancing, atau diperdaya oleh pihak tertentu sebelum akhirnya tewas.

“Kepergian korban kali ini merupakan sesuatu yang sangat tidak biasa. Korban tidak pernah pergi dan menginap jauh sendirian. Karena itu keluarga menduga korban dipancing atau diperdaya oleh seseorang hingga akhirnya bertemu dengan orang itu,” tambahnya.

Kini, pihak keluarga hanya bisa menaruh harapan penuh dan menunggu rilis resmi dari penyidik kepolisian terkait hasil autopsi medis, serta perburuan terhadap pria berinisial E yang identitas lengkapnya tengah dirahasiakan demi kelancaran operasi pengejaran di lapangan.(æ/red)