
SIDOARJO, BeritaTKP.com – Misteri kematian RJS (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, masih menjadi perhatian publik. Sejumlah fakta yang dinilai janggal mulai terungkap dari keterangan pihak instansi tempat korban bekerja.
Kepala Dinas PRKP Bangkalan, Roniyun Hamid, mengungkapkan bahwa korban selama ini lebih sering menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan mobil dinas yang kemudian menjadi lokasi ditemukannya jasad korban.
“Setahu saya, sejak saya menjabat, beliau lebih sering menggunakan mobil pribadinya karena lebih kecil dan nyaman digunakan,” ujar Roniyun.
Mobil dinas Toyota Kijang Innova berpelat merah M 1090 GP yang ditemukan terparkir selama beberapa hari di Bandara Juanda diketahui jarang digunakan korban untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan dinas.
Selain penggunaan kendaraan yang tidak biasa, pihak dinas juga mencatat korban sudah tidak masuk kantor sejak Kamis (18/6/2026) hingga Jumat (19/6/2026). Menurut Roniyun, tidak ada agenda tugas luar kota maupun surat perintah perjalanan dinas yang diterbitkan untuk korban pada periode tersebut.
“Tidak ada agenda tugas kantor luar kota hari itu,” tegasnya.
Meski tidak hadir selama dua hari berturut-turut, rekan kerja tidak menaruh curiga karena korban belakangan kerap meminta izin meninggalkan kantor untuk merawat orang tuanya yang sedang sakit.
“Belakangan memang sering pamit keluar kantor untuk merawat orang tuanya yang sakit secara bergantian dengan saudaranya,” tambahnya.
Sebelumnya, RJS ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di area Bandara Juanda pada Rabu (24/6/2026). Korban ditemukan dalam posisi berada di kursi penumpang depan sebelah kiri dengan sandaran kursi direbahkan ke belakang.
Penemuan tersebut bermula dari kecurigaan petugas dan warga yang mencium aroma tidak sedap serta melihat adanya ceceran darah di sekitar kendaraan.
Berdasarkan data parkir Bandara Juanda, mobil tersebut telah berada di lokasi sejak Sabtu (20/6/2026) dan tidak pernah keluar hingga akhirnya korban ditemukan meninggal dunia empat hari kemudian.
Pihak keluarga sebelumnya juga mengaku kehilangan kontak dengan korban sejak Sabtu sore setelah telepon selulernya tidak lagi aktif. Padahal, korban sempat berpamitan sejak Kamis untuk menghadiri kegiatan yang disebut sebagai agenda dinas.
Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam dengan memeriksa sejumlah saksi, rekaman CCTV, serta hasil pemeriksaan medis guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Polisi belum memberikan kesimpulan terkait penyebab kematian dan meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan resmi yang masih berlangsung.(æ/red)





