SUKABUMI, BeritaTKP.com – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat sore, 19 Juni 2026. Insiden yang melibatkan Kereta Api (KA) Pangrango 227A dan sebuah truk boks ini mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor tewas mengenaskan di lokasi kejadian akibat tertimpa badan truk yang terguling.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, membeberkan bahwa peristiwa bermula saat kendaraan Mitsubishi Truck Canter Boks bernomor polisi F 8364 TE yang dikemudikan oleh Hermawan Marta Gunawan (33) melaju dari arah Nagrak menuju Karangtengah.
Namun, saat truk hendak melewati perlintasan rel tersebut, di waktu yang bersamaan muncul KA Pangrango 227A relasi Sukabumi-Bogor yang dimasinisni oleh Fery dan asisten masinis Lamhot.
“Karena jarak yang sudah terlalu dekat saat truk melintas, tabrakan keras tidak dapat dihindarkan,” terang Ipda Wangsit, Jumat (19/6/2026) malam.
Truk Terseret, Menghantam Warga dan Pemotor
Benturan yang sangat keras membuat truk boks tersebut terseret dan terdorong kuat ke arah permukiman warga di sekitar rel. Dalam kondisi darurat itu, truk sempat menimpa seorang warga bernama Rizki Audia (31) yang kebetulan sedang membuang sampah di dekat rel kereta.
Dampak fatal tidak berhenti di situ. Truk yang terus terdorong akhirnya menghantam sepeda motor Yamaha Mio J bernomor polisi F 3940 TR yang dikendarai oleh Dodi (43). Saat kejadian, warga asal Oku Timur, Sumatra Selatan tersebut sedang melintas di jalan permukiman di sebelah kiri rel.
“Kendaraan sepeda motor masuk ke dalam kolong truk. Posisi akhir kendaraan truk boks langsung terguling ke arah kiri dengan posisi sepeda motor berada tepat di bawahnya,” jelas Ipda Wangsit.
Satu Korban Jiwa dan Dua Luka-Luka
Akibat tertimpa badan truk, pengendara motor atas nama Dodi mengalami luka berat di bagian kepala, pipi, perut, serta patah pada lengan kanan dan kaki kiri hingga meninggal dunia di tempat.
Sementara itu, sopir truk boks mengalami dislokasi bahu serta luka robek di pipi. Adapun Rizki Audia, warga yang sedang membuang sampah, mengalami cedera kepala ringan serta luka robek terbuka di kedua tangannya. Kedua korban luka langsung mendapatkan perawatan medis.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa faktor utama kecelakaan maut ini adalah jarak yang sudah terlalu dekat di perlintasan sebidang tanpa palang pintu tersebut. Satlantas Polres Sukabumi telah melakukan olah TKP dan mengamankan seluruh barang bukti, sementara kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp 50 juta.(æ/red)





