Sumedang, BeritaTKP.com – Sebuah angkutan kota (angkot) yang mengangkut 17 pelajar SMPN 1 Tanjungsari mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Bandung–Cirebon, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (18/6/2026).
Kecelakaan tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan kondisi angkot terbalik dan mengalami kerusakan cukup parah. Dalam video yang sama, pengemudi angkot tampak berperilaku tidak biasa sehingga memunculkan dugaan mengalami kesurupan pascakecelakaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sumedang, Ipda Arief, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban yang mengalami luka berat.
“Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, sebanyak enam orang mengalami luka ringan akibat kecelakaan tersebut. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
“Enam orang mengalami luka ringan dan seluruhnya sudah kembali ke rumah,” katanya.
Dari informasi yang dihimpun, angkot diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya mengalami kecelakaan. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti insiden tersebut.
Terkait video yang memperlihatkan pengemudi diduga mengalami kesurupan, polisi memastikan tidak ditemukan indikasi tersebut. Menurut Arief, perilaku sopir lebih disebabkan kepanikan setelah kecelakaan terjadi.
“Itu bukan kesurupan. Yang bersangkutan diduga panik setelah kecelakaan,” jelasnya.
Polisi mengimbau seluruh pengemudi agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama ketika membawa penumpang dalam jumlah banyak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara dan selalu mengutamakan keselamatan di jalan,” pungkas Arief.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan pengemudi maupun penumpang.(æ/red)





