Medan, BeritaTKP.com – Kebakaran melanda sebuah pabrik mainan yang berada di Jalan Ladang, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (20/6/2026) malam. Kobaran api yang cepat membesar menyebabkan kepanikan warga dan merembet ke sejumlah rumah di kawasan permukiman sekitar.

Camat Medan Johor, Bachtiar Rivai Nasution, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) masih melakukan pendataan serta penyelidikan terkait penyebab kebakaran.

“Saat ini kami masih menunggu laporan dan hasil pendalaman dari pihak Damkar untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujar Bachtiar saat meninjau lokasi kejadian.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari perangkat lingkungan setempat, kebakaran tidak hanya menghanguskan area pabrik, tetapi juga berdampak pada rumah-rumah warga yang berada di bagian belakang lokasi usaha tersebut.

Sedikitnya 11 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat api yang merembet ke bagian belakang rumah mereka. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Pemerintah kecamatan bersama aparat terkait langsung melakukan langkah antisipasi dengan mengimbau warga yang berada di sekitar lokasi untuk mengevakuasi diri dan mengamankan barang-barang berharga guna menghindari risiko yang lebih besar.

Puluhan Personel dan Armada Dikerahkan

Untuk memadamkan api, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan mengerahkan sedikitnya delapan unit armada pemadam yang dibantu personel dan kendaraan dari Kabupaten Deliserdang serta Kota Binjai.

Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke permukiman yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Namun proses pemadaman sempat terkendala keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. Tidak tersedianya hidran maupun tandon air membuat armada pemadam harus melakukan pengisian ulang air secara berkala.

Selain itu, banyaknya warga yang memadati area sekitar kebakaran juga menjadi perhatian petugas karena berpotensi menghambat mobilitas kendaraan pemadam kebakaran dan jalur evakuasi.

Listrik Sempat Diputus

Untuk mencegah risiko yang lebih besar, pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan PLN guna melakukan pemutusan sementara aliran listrik di sekitar lokasi kejadian.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya korsleting maupun potensi kebakaran susulan selama proses pemadaman berlangsung.

Pihak kecamatan juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area kebakaran dan memberikan ruang bagi petugas untuk menjalankan tugasnya secara optimal.

Hingga proses penanganan berlangsung, petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan dan pemantauan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.

Sementara itu, penyebab kebakaran serta besaran kerugian material akibat peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan dan penyelidikan oleh instansi terkait.(æ/red)