MATARAM, BeritaTKP.com — Atap salah satu ruang kelas SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, tiba-tiba ambruk saat aktivitas sekolah berlangsung. Peristiwa tersebut menyebabkan lima siswa mengalami luka akibat tertimpa genting dan rangka atap.
Insiden itu membuat suasana sekolah mendadak panik. Ratusan siswa berlarian ke lapangan setelah mendengar suara keras dari ruang kelas yang atapnya roboh.
Kepala SMA Negeri 7 Mataram, Ridha Rosalina, mengatakan sebelum kejadian dirinya sempat berkeliling memantau kondisi sekolah. Saat itu, kondisi plafon terlihat masih normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan ambruk.
“Tadi sebelum ini ketika jam pertama, saya kan biasa keliling. Lihat plafonnya itu baik, tidak ada yang mencurigakan atau apa. Tiba-tiba ambruk, suara batu lebih keras,” kata Ridha, Rabu (20/5/2026).
Setelah mendengar suara keras, para guru langsung berlari menuju ruang kelas yang atapnya ambruk. Mereka berupaya menyelamatkan para siswa yang masih berada di dalam ruangan.
Sebanyak lima siswa dilaporkan terluka akibat tertimpa puing genting dan kayu rangka atap. Para korban mengalami luka lecet, terutama di bagian kepala.
Usai kejadian, para siswa yang terluka langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah menjalani penanganan, para korban diperbolehkan pulang.
Peristiwa tersebut terjadi saat waktu istirahat salat zuhur. Saat kejadian, sebagian besar siswa berada di luar kelas, sementara beberapa siswa lainnya masih berada di dalam ruangan.
Ambruknya atap ruang kelas itu diduga dipengaruhi faktor usia bangunan. Bangunan sekolah tersebut disebut telah berusia sekitar 20 tahun.
Saat ini, peristiwa robohnya atap ruang kelas tersebut masih dalam penyelidikan Polresta Mataram. Polisi mendalami penyebab pasti ambruknya atap bangunan sekolah tersebut.
Meski terjadi insiden, proses belajar mengajar di SMAN 7 Mataram tetap berjalan. Untuk sementara waktu, pihak sekolah akan menggunakan ruang perpustakaan sebagai ruang kelas pengganti.(æ/red)





