JAKARTA, BeritaTKP.com — Sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, dijaga ketat oleh personel Brigade Mobil atau Brimob pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026. Penjagaan berlapis tersebut diduga berkaitan dengan operasi penegakan hukum terhadap kasus judi online yang tengah ditangani kepolisian.
Berdasarkan pantauan di lokasi, puluhan anggota Brimob berseragam gelap tampak bersiaga di beberapa titik sekitar area gedung. Sejumlah personel terlihat memantau akses masuk gedung berfasad kaca tersebut.
Di pintu masuk utama, dua anggota Brimob dengan perlengkapan taktis lengkap, mulai dari helm, rompi antipeluru, masker, hingga senjata laras panjang, tampak berjaga. Selain aparat kepolisian, sejumlah pengelola gedung dan petugas keamanan internal juga terlihat berada di lokasi.
Suasana di dalam area gedung tampak lengang dan minim aktivitas. Hanya sesekali terlihat petugas masuk ke dalam gedung membawa logistik berupa makanan dan beberapa kotak air mineral.
Beberapa orang yang diduga merupakan karyawan sempat terlihat hendak memasuki gedung. Namun, petugas yang berjaga memberikan arahan agar mereka menggunakan akses masuk lainnya.
Di luar gedung, sejumlah warga yang melintas tampak penasaran melihat penjagaan ketat tersebut. Beberapa warga terlihat menoleh ke arah gedung, namun tetap melanjutkan aktivitasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengamanan ketat yang dilakukan sejak dini hari itu diduga berkaitan dengan pengungkapan kasus judi online. Di lokasi, terlihat sejumlah personel mengenakan kaus bertuliskan “Dittipidum Bareskrim Polri”.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi secara rinci mengenai operasi tersebut. Namun, tanda-tanda akan digelarnya pengumuman resmi mulai terlihat di area lobi gedung. Sejumlah kursi, mikrofon, dan garis pembatas telah disiapkan di lokasi.
Divisi Humas Polri menginformasikan bahwa Bareskrim Polri dijadwalkan menggelar konferensi pers pada siang hari. Meski demikian, belum dijelaskan secara detail perkara apa yang akan dirilis dalam konferensi pers tersebut.
Informasi sementara menyebutkan, ratusan warga negara asing atau WNA diamankan dalam penggerebekan tersebut. Mereka disebut berasal dari sejumlah negara, antara lain Thailand, Vietnam, China, Myanmar, Korea, dan Malaysia.
Para WNA itu diduga merupakan bagian dari sindikat jaringan internasional yang mengoperasikan situs judi online dari dalam gedung perkantoran tersebut. Informasi yang beredar menyebutkan terdapat dua lantai di gedung itu yang disewa oleh para pelaku.
Dalam operasi tersebut, penyidik Bareskrim Polri juga disebut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya komputer, laptop, brankas, serta perangkat dan akses yang diduga berkaitan dengan situs judi online.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. Keterangan resmi dari Bareskrim Polri diharapkan dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologi penggerebekan, jumlah pihak yang diamankan, serta peran masing-masing dalam dugaan jaringan judi online internasional tersebut.(æ/red)





