TAPANULI SELATAN, BeritaTKP.com — Duka menyelimuti Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, setelah seorang pelajar SMA berinisial AAS, 16 tahun, meninggal dunia. Korban diduga mengakhiri hidupnya setelah mengalami tekanan psikologis yang dipendam sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026. Sebelum meninggal, korban sempat mengeluhkan sakit perut hebat kepada nenek angkatnya. Melihat kondisi korban yang semakin lemah, keluarga segera membawanya ke Puskesmas Batang Toru.
Karena kondisinya memburuk, korban kemudian dirujuk ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Kasatreskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Bontor Desmonth Sitorus, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Polisi menyebut dugaan sementara korban meninggal dunia setelah menelan zat berbahaya. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan barang bukti yang memperkuat dugaan tersebut.
Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Dalam beberapa waktu terakhir, korban disebut sering terlihat murung, melamun, dan seperti menyimpan beban pribadi.
Korban diketahui telah tinggal bersama nenek angkatnya selama sekitar tujuh tahun terakhir. Dugaan sementara, korban mengalami tekanan psikologis yang berkaitan dengan persoalan pribadi dan kondisi ekonomi keluarga.
Pihak kepolisian masih mendalami keterangan dari keluarga dan saksi untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut.(æ/red)





