
Bandung, BeritaTKP.com – Dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang guru besar di Universitas Padjadjaran mulai mencuat ke publik. Kasus ini diungkap langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keperawatan yang menyebut telah terjadi pelanggaran serius di lingkungan akademik.
BEM Ungkap, Forum Internal Sudah Digelar
BEM Kema Fakultas Keperawatan menyatakan telah melakukan langkah awal dengan menggelar forum diskusi bersama pihak kampus.
Forum tersebut melibatkan:
- Dekanat
- Senat fakultas
- Tim etik
- Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual)
Diskusi berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, sebagai respons atas dugaan kasus yang menyeret sosok guru besar.
Kampus Diminta Tegas, Tak Tebang Pilih
Dalam pernyataannya, BEM menegaskan bahwa kasus ini harus ditangani serius tanpa pandang jabatan.
“Unpad menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti dan menegakkan penanganan seluruh kasus kekerasan di lingkungan kampus, termasuk yang melibatkan guru besar,” demikian pernyataan yang disampaikan.
BEM juga menegaskan akan terus mengawal proses penanganan agar berjalan transparan dan berpihak pada korban.
Desak Perbaikan Sistem Perlindungan
Tak hanya fokus pada kasus, mahasiswa juga menyoroti lemahnya sistem pencegahan kekerasan seksual di kampus.
BEM mendesak agar:
- Sistem penanganan dibuat lebih terstruktur
- Mekanisme perlindungan korban diperkuat
- Pendekatan berbasis korban (victim-centered) diterapkan secara konsisten
Unpad Janji Segera Rilis Sikap Resmi
Pihak kampus disebut akan mengeluarkan pernyataan resmi dalam waktu 1×24 jam terkait:
- Langkah penanganan kasus
- Strategi pencegahan ke depan
Sorotan Baru Dunia Kampus
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Tekanan publik kini mengarah pada komitmen institusi dalam menjaga ruang aman bagi seluruh sivitas akademika.
Bagi BEM, ini bukan sekadar kasus individu—melainkan ujian serius bagi integritas kampus dalam menegakkan keadilan tanpa kompromi.(æ/red)





