Tapsel, BeritaTKP.com – Warga Desa Aek Lobu, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia di sekitar aliran sungai pada Kamis, 6 Maret 2026. Sisa jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tersangkut di antara tumpukan batang kayu serta lumpur yang telah mengering. Temuan ini diduga berkaitan dengan korban yang hilang saat bencana banjir bandang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025.

Penemuan tersebut memberikan harapan baru bagi keluarga korban yang selama berbulan-bulan menunggu kepastian tentang anggota keluarga mereka yang belum ditemukan sejak bencana terjadi.

Peristiwa ini bermula ketika beberapa warga sedang beraktivitas di sekitar pinggiran sungai. Awalnya mereka mengira benda yang terlihat di antara kayu dan akar pohon hanyalah potongan kayu yang terbawa arus banjir sebelumnya. Namun setelah didekati, warga menyadari bahwa benda tersebut merupakan sisa jasad manusia yang sudah berubah menjadi kerangka.

Salah seorang warga yang berada di lokasi menyebutkan bahwa kerangka tersebut ditemukan terjepit di antara material kayu dan akar pepohonan yang tersangkut di aliran sungai.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat proses pengangkatan kerangka dilakukan dengan sangat hati-hati oleh warga. Kondisinya yang telah menyatu dengan lumpur serta akar pepohonan membuat proses evakuasi harus dilakukan secara perlahan agar tidak merusak bagian kerangka yang tersisa.

Dugaan bahwa kerangka tersebut merupakan korban banjir bandang semakin kuat karena lokasi penemuan berada di jalur aliran material bencana yang terjadi pada tahun lalu. Saat kejadian banjir bandang tersebut, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian secara intensif. Meski demikian, masih ada beberapa warga yang dinyatakan hilang hingga masa tanggap darurat berakhir.

Setelah menerima laporan dari warga, aparat desa bersama pihak berwenang segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta mengamankan tempat kejadian perkara guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Saat ini, pihak berwenang tengah melakukan proses identifikasi medis untuk memastikan identitas dari kerangka tersebut. Proses ini dinilai sangat penting agar jasad dapat dipastikan identitasnya dan nantinya dapat diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil identifikasi resmi dari pihak kepolisian maupun tim medis. Masyarakat juga diminta untuk bijak dalam menyebarkan informasi serta tidak menyebarluaskan foto maupun video dari penemuan tersebut demi menjaga perasaan keluarga korban.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, khususnya di wilayah yang rawan banjir dan longsor.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan penyelidikan serta pendalaman terhadap temuan kerangka manusia tersebut.(æ/red)