
Semarang, BeritaTKP.com – Seorang mahasiswa Program Studi Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (Undip) berinisial A (20) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 30 mahasiswa yang merupakan teman satu jurusannya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius, termasuk patah tulang hidung dan gegar otak.
Kasus ini viral di media sosial setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi korban diunggah oleh akun Instagram @zainalpetir_. Dalam video tersebut terlihat tubuh korban penuh luka dan memar akibat dugaan penganiayaan.
Pengacara korban, Zainal Abidin Petir, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kejadian itu terjadi pada 15 November 2025 dan berlangsung selama beberapa jam.
“Korban mengalami patah tulang hidung, gegar otak, serta gangguan saraf pada mata kiri akibat penganiayaan tersebut,” ujar Zainal, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, korban diduga dikeroyok oleh puluhan mahasiswa mulai sekitar pukul 23.00 hingga 04.15 WIB. Setelah kejadian itu, korban langsung mendapatkan perawatan medis.
Awalnya korban dirawat di RS Banyumanik 2 hingga pukul 17.00 WIB. Namun kemudian dipindahkan ke RS Bina Kasih Ambarawa agar lebih dekat dengan rumah keluarga korban.
Korban menjalani perawatan di RS Bina Kasih Ambarawa selama beberapa hari, yakni 16 hingga 21 November 2025, untuk penanganan luka-luka yang dialaminya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena membenarkan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan terkait kasus tersebut.
“Saat ini kasusnya masih dalam proses. Sejumlah saksi sudah diperiksa dan rencananya perkara ini akan segera digelar,” kata Andika.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan pengeroyokan tersebut.(æ/red)





