Bantul, BeritaTKP.com – Dua remaja di Padukuhan Unan-unan RT 24, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, mengalami luka bakar serius setelah bahan petasan yang mereka rakit meledak pada Minggu (22/2/2026) pagi.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 05.00 WIB saat AAN (18) berkumpul bersama empat rekannya di rumahnya.

“Korban FZA (19) datang ke rumah AAN dengan membawa bubuk mercon kurang lebih seberat empat ons serta plastik transparan,” ujar Rita.

FZA kemudian mengajak teman-temannya merakit petasan. Namun, hanya AAN yang turut membantu. Keduanya merakit petasan di teras bagian selatan rumah, tidak jauh dari lokasi teman-teman mereka duduk.

Menurut keterangan saksi, korban memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik, menambahkan kerikil kecil, lalu mengikatnya menggunakan plester bening. Satu petasan sempat selesai dibuat dan diletakkan di dekat mereka.

Namun saat merakit petasan kedua, terjadi ledakan sekitar pukul 05.25 WIB.

“Ledakan cukup keras hingga menyebabkan plafon retak, kaca jendela pecah, dan lantai di sekitar lokasi rusak,” kata Rita.

Korban Dirawat Intensif

Para saksi segera membawa kedua korban ke RSUD Saras Adyatma Bantul menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, AAN mengalami luka bakar hingga 82 persen, disertai patah tulang pada salah satu jari tangan kanan dan gangguan pendengaran. Ia telah dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara FZA mengalami luka bakar sekitar 58,5 persen dan masih menjalani perawatan intensif. Kondisinya terus dipantau dan kemungkinan akan dirujuk sesuai perkembangan medis.

Polres Bantul telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, serta mengamankan barang bukti terkait insiden tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya remaja, untuk tidak merakit atau menyimpan bahan petasan secara mandiri karena berisiko tinggi dan dapat membahayakan keselamatan.

“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak membuat atau menyimpan bahan mercon sembarangan. Risiko ledakan sangat tinggi dan dapat mengakibatkan luka berat bahkan mengancam nyawa,” pungkas Rita.(æ/red)