Jakarta, BeritaTKP.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk memulangkan 13 perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut diambil setelah Dedi Mulyadi berkomunikasi langsung dengan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), yang sejak Januari 2026 mendampingi para korban.
Ketua TRUK-F, Sr. Fransiska Imakulata SSpS, mengatakan pihaknya telah menjemput dan mengamankan 13 korban pada 20 dan 23 Januari 2026.
“Sejak tanggal tersebut, para korban berada dalam pendampingan kami,” ujar Fransiska.
Menurutnya, TRUK-F telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Sikka dan berkoordinasi dengan DPRD Sikka terkait proses hukum dan perlindungan para korban.
Fransiska juga mengungkapkan bahwa Dedi Mulyadi menghubunginya pada 17 Februari 2026 untuk menanyakan perkembangan kasus dan kondisi para korban.
Dipastikan dalam Kondisi Baik
Dalam video yang diunggah melalui akun media sosial resminya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa para korban dalam kondisi baik dan akan segera dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
“Mereka dipastikan dalam keadaan baik. Saya sudah berkomunikasi dengan pendamping dan para korban. Dalam minggu ini kami akan segera mengembalikan ke rumah asalnya masing-masing,” ujar Dedi.
Ia juga meminta agar proses hukum terus berjalan dan aparat penegak hukum menuntaskan penyelidikan secara profesional terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian setempat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan memberikan pendampingan lanjutan kepada para korban setelah dipulangkan.(æ/red)





