Luwu Utara, BeritaTKP.com – Sebuah video memperlihatkan seorang pria berlumuran darah di wajah, yang awalnya disebut sebagai guru SMP yang dianiaya siswa. Namun, penjelasan polisi mengoreksi informasi tersebut: korban adalah petugas keamanan (satpam) di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, bukan guru.
Kronologi Peristiwa:
- Senin, 26 Januari 2026, Arpan Lisman (satpam) melihat siswa MY berada di luar kelas saat jam pelajaran.
- Arpan menegur MY dan meminta siswa tersebut kembali ke kelas.
- Saat itu, Arpan diduga menendang bagian belakang MY, yang memicu emosi siswa.
- MY mendatangi Arpan di depan sekolah, cekcok mulut terjadi, dan MY diduga melakukan penyerangan.
- Akibatnya, Arpan mengalami luka di pelipis mata dan darah mengalir di wajahnya.
Tindakan Kepolisian:
- Korban telah melapor ke Polres Luwu Utara.
- Terlapor, MY, masih di bawah umur sehingga penanganan mengikuti prosedur hukum anak.
- Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi simpang siur dan menyerahkan proses hukum kepada aparat.
Klarifikasi Penting:
- Korban bukan guru, melainkan satpam.
- Insiden terjadi di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan.(æ/red)





