
Parepare, BeritaTKP.com – Seorang oknum dosen di Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Parepare, Sulawesi Selatan, berinisial RR, diduga terlibat dalam kasus pelecehan terhadap mahasiswi. Dugaan tersebut mencuat setelah foto dan narasi terkait yang bersangkutan ramai beredar di media sosial.
Pihak kampus pun angkat bicara menanggapi isu yang berkembang. Rektor ITH Parepare, Prof. Ansar Suyuti, membenarkan bahwa sosok dalam foto yang viral merupakan dosen aktif di lingkungan kampus.
“Benar, yang ada di foto tersebut merupakan dosen di ITH,” kata Prof. Ansar saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Meski demikian, Prof. Ansar menyampaikan bahwa hingga saat ini kampus belum menerima laporan resmi dari korban terkait dugaan pelecehan seksual tersebut. Oleh karena itu, pihak kampus belum dapat mengungkap detail peristiwa yang dituduhkan.
Ia menegaskan, penanganan kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan kampus menjadi kewenangan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang telah dibentuk sebelumnya.
“ITH telah memiliki tim khusus penanganan kekerasan seksual, diketuai oleh Ibu Rosmawati, dengan melibatkan unsur mahasiswa,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Humas ITH Parepare, Surya, yang menyebutkan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi dari mahasiswi yang mengaku menjadi korban.
“Sampai saat ini, institusi belum menerima laporan resmi terkait dugaan pelecehan seksual sebagaimana informasi yang beredar di media sosial,” ujar Surya dalam keterangan tertulisnya.
Meski belum ada laporan, pihak kampus menegaskan tetap menaruh perhatian serius terhadap informasi tersebut. ITH berkomitmen menjaga lingkungan akademik yang aman, bermartabat, dan adil bagi seluruh civitas akademika.
Sebagai langkah antisipasi, Senat Akademik ITH telah membentuk tim ad hoc untuk memastikan kesiapan institusi dalam menangani isu tersebut sesuai ketentuan dan kode etik yang berlaku.
Surya juga mengimbau pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban agar tidak ragu melapor, dengan jaminan kerahasiaan identitas serta pendampingan yang berpihak kepada korban.
“ITH menyiapkan mekanisme penanganan dan pendampingan yang aman bagi korban apabila yang bersangkutan berkenan melapor,” pungkasnya.
Sementara itu, unggahan yang beredar di media sosial menampilkan tangkapan layar percakapan dan potongan video yang dinarasikan sebagai pengakuan mahasiswi yang diduga menjadi korban. Informasi tersebut masih dalam tahap penelusuran lebih lanjut.(æ/red)





