Kades di Sragen mandi lumpur

Sragen | BeritaTKP.com – Aksi tak biasa dilakukan Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sunarso, sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan desa yang rusak parah. Masih mengenakan seragam dinas keki lengkap, Sunarso nekat berhenti dan mandi air bercampur lumpur di kubangan jalan yang berlubang.

Aksi tersebut terekam kamera ponsel warga dan viral di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 27 detik, Sunarso terlihat membasuh kedua lengannya dan mengguyur tubuhnya dengan air lumpur, meski sejumlah pengendara melintas di lokasi kejadian.

Saat dikonfirmasi, Sunarso membenarkan bahwa sosok dalam video viral tersebut adalah dirinya. Ia mengatakan kejadian itu terjadi pada Selasa pagi (20/1/2026) saat dirinya hendak berangkat kerja melewati jalan Mlale–Ngepringan.

“Itu kemarin pagi, saya mau berangkat kerja,” ujar Sunarso kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Sunarso menegaskan, aksinya tersebut tidak direncanakan. Kejadian bermula saat dirinya terperosok akibat kondisi jalan yang berlubang dan licin.

“Sebenarnya tidak ada niat protes. Tadi mau berangkat kerja malah kepleset di situ. Ya sekalian adus (mandi), tidak ada rencana sama sekali,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa jalan Mlale–Ngepringan telah rusak selama bertahun-tahun dan belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sragen. Padahal, jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat dan pelajar.

“Sudah lama rusak. Bahkan sempat ada tulisan jalan ini dalam proses lelang, artinya siap dibangun tahun 2025, tapi sampai 2026 belum juga ada perbaikan,” katanya.

Menurut Sunarso, jalan rusak sepanjang sekitar 6 kilometer tersebut merupakan aset Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen. Terakhir kali diperbaiki sekitar 20 tahun lalu.

“Kerusakan sejak 2019, sudah banyak yang jatuh, anak sekolah juga sering kepleset. Ekonomi juga lumpuh karena akses sulit,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Jenar, David Supriyadi, membenarkan bahwa jalan Mlale–Ngepringan sepanjang sekitar 7 kilometer memang sudah lama rusak dan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sragen.

“Itu jalan kabupaten, akses vital anak sekolah. Kalau hujan banyak yang jatuh, lokasinya dekat SMPN 2,” terangnya.

David berharap, viralnya video tersebut dapat menjadi perhatian serius agar jalan segera diperbaiki. Namun terkait anggaran perbaikan tahun ini, pihak kecamatan belum mendapat kepastian.

“Soal anggaran mungkin DPU yang lebih tahu. Selama ini beberapa kali terkendala refocusing dan program lain,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyono, menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan survei lokasi untuk menindaklanjuti kondisi jalan tersebut.(æ/red)