MAROS, BeritaTKP.com – Seorang pria bernama Akbar diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum anggota polisi di kawasan Pantai Tak Berombak (PTB), Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat perayaan malam pergantian Tahun Baru 2025. Peristiwa tersebut kini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Akbar menuturkan, insiden bermula ketika dirinya menyalakan petasan jenis lampu disko di sekitar lokasi PTB. Sebelum menyalakan petasan, ia mengaku telah memastikan kondisi sekitar aman dan warga di sekitar lokasi telah menjauh.
“Saya lihat dulu situasi aman atau tidak. Setelah saya pastikan aman, baru saya nyalakan petasan. Warga juga sudah menjauh,” ujar Akbar kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Tak lama setelah petasan dinyalakan, seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi mendatanginya. Pria tersebut tidak mengenakan pakaian dinas dan langsung mempertanyakan siapa yang menyalakan petasan.
“Saya langsung jawab kalau itu saya,” katanya.
Akbar menyebut sempat terjadi adu mulut antara dirinya dan pria tersebut. Seorang warga yang berada di lokasi kemudian melerai sehingga situasi kembali kondusif. Polisi tersebut lalu meninggalkan lokasi.
Namun beberapa saat kemudian, pria yang sama kembali datang seorang diri dan meminta persoalan diselesaikan secara baik-baik. Adu mulut kembali terjadi dan kembali dilerai warga. Polisi itu pun kembali pergi.
Situasi berubah ketika polisi tersebut kembali datang bersama sejumlah rekannya. Akbar mengaku salah satu anggota polisi langsung memegang lehernya dan menyeretnya sejauh sekitar 10 meter. Ia juga mengaku dipukul dari belakang oleh beberapa anggota polisi hingga terjatuh.
“Saya dipukul ramai-ramai dari belakang. Ada lebih dari 10 polisi di lokasi, tapi yang memukul saya kira-kira sekitar tujuh orang,” ungkap Akbar.
Akibat kejadian tersebut, Akbar mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Peristiwa ini memicu reaksi keluarga korban. Puluhan anggota keluarga Akbar sempat mendatangi Mapolres Maros untuk meminta klarifikasi dan menuntut pertanggungjawaban atas dugaan kekerasan yang dilakukan oknum aparat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pengeroyokan tersebut, termasuk mengidentifikasi anggota yang terlibat serta mendalami kronologi kejadian di lapangan.(æ/red)





