TANGGAMUS, BeritaTKP.com – Dua bocah sekolah dasar (SD) meninggal dunia setelah tenggelam di objek wisata Air Terjun Way Lalaan, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Kamis (1/1/2026) sore.

Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 15.00 WIB, ketika seorang pengunjung melihat kedua korban tenggelam di aliran air di kawasan bawah air terjun. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan dan memberitahukan penjual makanan yang berada di sekitar lokasi.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menjelaskan, setelah menerima informasi, dua pengawas kawasan wisata yakni Hanizar dan Wahyuni (51) segera turun ke aliran air untuk melakukan pencarian.

“Kedua pengawas langsung berenang dan menyelam untuk mencari korban di aliran air,” ujar Rahmad, Jumat (2/1/2026).

Setelah beberapa saat, kedua bocah berhasil ditemukan dan diangkat ke permukaan. Namun, kondisi korban sudah tidak sadarkan diri. Warga dan petugas setempat kemudian memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.

Karena kondisi korban sangat kritis dan tidak menunjukkan respons, keduanya segera dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung.

Namun upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Berdasarkan pemeriksaan visum luar oleh tim medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat air yang masuk ke dalam paru-paru hingga menyebabkan henti napas.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal dunia murni akibat tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun unsur tindak pidana. Kedua korban masih memiliki hubungan keluarga,” jelas Rahmad.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Di lokasi kejadian diketahui terdapat tiga orang pengawas wisata, yakni Wahyuni, Sahdoni, dan Nasrul. Saat ini, kepolisian masih melakukan pengumpulan keterangan dari para pengawas dan pihak pengelola wisata untuk memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh.

Pihak kepolisian juga mengimbau pengelola objek wisata agar meningkatkan pengawasan dan sistem keselamatan, terutama di area berisiko tinggi, guna mencegah kejadian serupa terulang.(æ/red)