Nganjuk, BeritaTKP – Suatu bentuk siasat untuk memanfaatkan kepentingan pada intinya menggiring para wali murid yang belum membayar seragam kas agar segera turut melunasi untuk membeli di Sekolahan . Baju batik yang dimaksud, oleh para wali murid dicari dipertokoan Nganjuk hingga Kertosono ternyata tidak ada motif seperti itu, sehingga dari pihak Sekolah dengan nada agak mendesak ” lha kalau tidak ada ya harus pesan dulu ke Kediri melalui Sekolahan ” kata Sumber .

Ponco Yuliono Kepala Sekolah SMPN 1 Tanjunganom, Kab. Nganjuk saat mengumpulkan wali murid pada tanggal 20 Desember 2025 kemarin dalam rangka penegasan seragam kas batik yang dipakai pada hari Rabu dan Kamis selama 2 hari diadakan perubahan aturan yaitu dalam dua hari tersebut untuk bagian atas ( baju ) hari Rabu sendiri sedang Kamisnya ganti baju batik yang lain .

Sehingga keputusan yang diberikan oleh Kepala Sekolah pada tanggal 20 Desember 2025 pagi itu tidak ada kepastian karena suasana terjadi gaduh para wali murid merasa tidak puas dan ada yang tak menyetujuinya dengan kata yang dilontarkan seorang wanita ” ricuh perkoro mbayar, perkoro seragam ” dalam Vedio yang terekam .

Dalam penilaian secara logika dianggap tidak wajar jika hanya sepotong baju seragam seharga Rp. 117.000 ; itupun dimungkinkan masih dalam kondisi kain maka sangatlah menjadi beban bagi orang tua wali murid ternyata menurut informasi, dari 320 anak yg sudah membayar sekitar 200 anak tanpa ada kwitansi ” lha ini yang menjadi pertanyaan dan pemeriksaan lebih lanjut ” .

Lepas dari hal tersebut diatas banyak pula informasi para rekan media yang hendak berkunjung ke SMPN 1 Tanjunganom ini sebagai kontrol sosial terhalang karena semuanya diarahkan dan disarankan ke Kepala Dinas, dalam segala bentuk apapun termasuk konfirmasi, publikasi dan lain sebagainya . Hal ini pernah terjadi pada beberapa bulan lalu tepatnya pada Jum’at, 31 Oktober 2025 pukul 10’10 Wib. tiga awak media akan minta keterangan tentang pembangunan gedung serbaguna yang berposisi dibelakang ditolak secara halus .

Namun Ponco Yuliono sendiri pada Rabu, 24 Desember 2025 pukul 10’03 Wib. hendak dimintai keterangan melalui WhatsAppnya tidak diangkat dan ditunggu sampai 50 menit tak ada repon hingga berita dikirim ke meja redaksi .( bersambung ). ( tut )