JAKARTA, BeritaTKP.com – Polda Metro Jaya masih menantikan hasil pemeriksaan pembanding DNA terkait identitas jenazah Alvaro Kiano Nugroho (6), korban pembunuhan yang dilakukan oleh ayah tirinya, Alex Iskandar. Sampel baru diambil pada Selasa kemarin dan kini tengah dianalisis oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
“Hasil antemortem dan tes DNA masih dalam proses. Jika sudah selesai, akan segera kami sampaikan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Rabu (26/11/2025).
Sementara itu, RS Polri Kramat Jati telah melakukan serangkaian tahap identifikasi, mulai dari pemeriksaan luar dan dalam, hingga persiapan pengambilan sampel DNA. Jenazah Alvaro diterima rumah sakit pada Senin (24/11) pukul 00.45 WIB. Hingga kini, proses identifikasi masih berlangsung dan belum ada informasi mengenai estimasi waktu penyelesaian.
Penyisiran Bogor: Polisi Cari Rahang yang Hilang
Tim penyidik kembali melakukan penyisiran di kawasan Tenjo, Bogor, untuk mencari bagian tubuh Alvaro yang diduga hilang, yaitu rahang. Anjing pelacak dikerahkan untuk memperluas pencarian.
“Kegiatan hari ini adalah penyisiran di Tenjo untuk mencari rahang diduga milik korban,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly.
Dari hasil pemeriksaan awal, Ahli Forensik RS Polri Dr. Farah memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda mutilasi pada tulang belulang Alvaro. Fragmen yang terlepas dinyatakan sebagai akibat proses pembusukan alami pada persendian.
“Tidak ada indikasi pemotongan atau mutilasi,” jelasnya.
Dari analisis awal, beberapa tulang dipastikan merupakan bagian dari tubuh manusia dengan ciri ras Mongoloid dan berjenis kelamin laki-laki. Namun usia belum dapat ditentukan karena rahang — bagian penting untuk analisis gigi — belum ditemukan.
Ayah Tiri Jadi Tersangka dan Ditemukan Tewas
Penyidikan mengarah pada ayah tiri korban, Alex Iskandar alias AI, setelah polisi menemukan bukti digital berupa pesan bernada dendam di ponselnya. AI mengakui menculik Alvaro dari Masjid Jami Al-Muflihun, Pesanggrahan, dan membekap bocah malang itu hingga tewas karena menangis terus-menerus.
Jasad Alvaro kemudian dibungkus plastik hitam dan dibuang di bawah Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, pada 9 Maret 2025, tiga hari setelah dilaporkan hilang.
Di tengah proses penyidikan, Alex Iskandar ditemukan tewas bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan menggunakan celananya sendiri.(æ/red)





